Showing posts with label Artikel\. Show all posts
Showing posts with label Artikel\. Show all posts

Sunday, June 26, 2016

Tempat Wisata Recommended di Banyuwangi

Tempat Wisata Recommended di Banyuwangi.


Banyuwangi terletak di ujung paling Timur pulau Jawa, berbatasan langsung dengan Kabupaten Situbondo di utara, selat Bali di Timur, Samudra Hindia di Selatan, serta Kabupaten Jember dan Kabupaten Bondowoso di Barat.

Sejumlah tempat wisata di Banyuwangi telah memiliki reputasi internasional, tiga yang terkenal adalah wisata Kawah Ijen, Pantai Plengkung, dan Pantai Sukamade. Hal ini telah didukung oleh pemerintah di sana dengan mengusung nama “Triangel Diamond” atau Segitiga Berlian yang merupakan himpunan dari ketiga tempat wisata Banyuwangi di atas, sebab ketiganya memiliki karakteristik wisata yang khas dan tergolong unik.

Perlu diketahui juga, pesona wisata Banyuwangi tidak hanya berasal dari wisata alam saja.  Berikut ini adalah 13 Tempat Wisata Recommended di Banyuwangi.












 
         Pantai pulau merah adalah salah satu destinasi unggulan Banyuwangi,berada di desa Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Berjarak sekitar 60 km dari pusat kota Banyuwangi kearah selatan. Bila anda menggunakan mobil anda akan menghabiskan waktu dalam perjalanan bisa ditempuh hampir 2,5 jam. Bila anda menggunakan kendaraan umum , anda dapat memanfaatkan jasa angkutan umum dari terminal Banyuwangi, dan menggunakan bus jurusan Pesanggaran. Selanjutnya anda bisa munggunakan jasa ojek untuk sampai di pantai pulau merah.

Sebelum bernama pantai pulau merah, pantai ini bernama pantai ringin pitu. Ada dua versi yang mengukuhkan nama merah pada pantai ini. yang bertama karena warna tanah yang kemerah merahan, sementara versi yang kedua karena konon dari pulau merah yang ada dihadapan pantainya yang berjarak 100 meter, dahulu pernah terpancar cahaya merah sehingga akhirnya warga sekitar menamakan pantai pulau merah. Bukan itu saja yang menjadi ciri khas pantai ini, terletaknya bukit hijau cantik yang terdapat di seberang pantai. Menariknya kita dapat mencapai pulau ini ketika air surut dengan berjalan kaki yang hany berjarak 100 meter.

Tidak hanya pesona alam sekitar, gulungan ombak sejauh 3 km dengan tinggi mencapai 4 meter menjadi daya tarik dan destinasi baru bagi para peselancara pemula dan menengah. Hal ini telah dibuktikan dengan kejuaraan International Surfing Competition pada 2013 yang lalu dengan diikuti para surfer dari 20 negara yang dibuka langsung oleh menteri pariwisata. Kejuaraan yang dilombakan terdiri dari 3 kategori, yaitu kategori lokal,nasional dan internasional.

Satu lagi yang tidak kalah mencuri perhatian mata yang sayang sekali untuk dilewatkan, yaitu pemandangan saat matahari terbenam atau sunset . warna orange dengan kebiruan yang sangat cantik terbenam diantara bukit akan memanjakan mata kita yang menjadi pengalaman tak terlupakan.

Beberapa fasilitas di area pulau merah sudah cukup memadai dengan area parkir yang cukup luas, homestay untuk bermalam di area Pantai, dan beberapa warung – warung untuk bersantai menikmati pemandangan Pantai pulau Merah.

Untuk memasuki kawasan wisata pulau merah pengujung di kenakan tiket masuk sebesar Rp 3.000,- per orang, saat weekend menjadi Rp 5.000,- per orang. Pada bulan Mei sampai Desember adalah bulan yang tepat untuk dapat menimati seluruh keindahan Pantai.













Wisata pantai juga menjadi andalan bagi kota yang memiliki nama lain Blambangan ini. Destinasi yang menjadi salah satu andalan kali ini adalah Teluk Hijau / Green Bay. Selain air lautnya yang berwarna hijau, pasirnya juga berwarna putih bersih.

Pantai Teluk Hijau / Green Bay berjarak sekitar 90 km dari pusat kota Banyuwangi kearah selatan,Desa Sarongan,Kecamatan Pesanggaran. Disepanjang perjalanan untuk menuju tempat ini,anda akan disuguhi oleh pemandangan yang menyejukkan mata. Sungai nan bersih dengan pohon – pohon hijau dan teduh disekelilingnya,juga hamparan sawah dan bukit yang hijau. Setelah melewati pantai Rajegwesi dan melewati perumahan Tsunami.Tibalah dikawasan parkir kendaraan yang terletak di kawasan teluk hijau. Dari sini wisatawan harus memilih apakah menggunakan rute darat atau rute laut. Setiap rute memiliki tantangan dan keindahan tersendiri yang tidak akan terlupakan.

Bila memilih rute darat, anda harus menuju kawasan teluk damai yang sebelumnya anda harus membayar tiket masuk terlebih dahulu di pos penjagaan yang ada di daerah sungai lembu. Dari sini anda harus berjalan kaki menuruni bukit melewati jalur setapak sejauh 1 km. Hutan tropis menyeliputi kawasan ini memberikan kesejukan disepanjang perjalan. Setelah 30 menit hingga 1 jam perjalan darat, anda akan sampai di pantai batu /Stone Beach. Deburan ombak yang memecah bebatuan disepanjang pesisir Stone Beach dipadu udara hutan tropis, akan menjadi pemandangan pertama sebelum mencapai surga cantik yang tersebunyi di balik bukit. Dari pantai batu jarak teluk hijau hanya berjarak 300 meter,anda cukup menyusuri pesisir batu anda akan sampai di surga cantik yang tersebunyi. Uniknya dari pantai Teluk Hijau adalah memiliki 2 pantai dengan pesisir yang berbeda yaitu pasir putih bersih dan pesisir berbatu yang tertata rapi oleh alam hanya dibatasi bukit kecil.

Bila anda memilih jalur yang kedua, yaitu jalur laut anda akan merasakan tantangan yang berbeda. Untuk jalur ini anda harus berhenti di pantai Rajegwesi Dengan menyewa perahu boat dari nelayan. selain itu waktu tempuh yang relative lebih singkat. Cukup dengan membayar 35.000 untuk satu orangnya anda akan disuguhkan pemandangan yang tidak kalah menariknya. Pecahan ombak teluk dan pertemuan arus laut lepas Samudra Hindia membuat perjalanan begitu mendebarkan sekaligus mengagumkan. Sepanjang perjalanan perahu nelayan akan mengajak anda melihat barisan bukit - bukit yang indah dan batu karang yang terhampar disepanjang perjalanan, dibutuhkan 20 menit perjalanan laut untuk mencapai teluk hijau dan tibalah di teluk hijau. Tak heran dinamakan teluk hijau karena air lautnya benar benar berwarna hijau cantik. Warna hijau yang ditimbulkan berasal dari dasar perairan dangkalnya yang terdapat alga. Pasirnya yang putih bersih dengan butiran agak besar, dan pemandangan yang menawan sepanjang pantai akan memanjakan mata kita.












 

Pantai watudodol merupakan salah satu destinasi wisata menarik yang ada di Banyuwangi, letaknya yang sangat stategis di jalur poros Pantura menjadikan pantai ini ramai dikunjungi. Batu besar dengan diameter 15 meter dan tinggi sekitar 10m yang tepat di tengah jalan yang ditandainya tempat ini berjuluk Watudodol, Watu dalam bahasa jawa yang berarti batu dan dodol adalah jenang, jenang dodol merupakan jajanan khas yang terbuat dari ketan yang rasanya manis berbentuk persegi panjang.

Pantai watu dodol memiliki banyak tempat menarik sepanjang pantai terdapat pedestrian untuk bersantai para pengunjung sambil menikmati keindahan pantai berlatar belakang pulau bali. Selain itu terdapat patung gandrung besar yang menjadi ikon Banyuwangi.

Wisata pantai watu dodol berada di wilayah administratif Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi. berjarak 15 km dari pusat kota banyuwangi dan 2 km dari pelabuhan ketapang pantai watu dodol sangat mudah di akses oleh para wisatawan , tempat yang menghubungkan jalur poros Kabupaten situbondo dan Banyuwangi ini sering sekali menjadi tempat peristirahatan oleh para wisatawan yang dari arah situbondo ataupun ke luar kota Banyuwangi lewat jalur utara.

Terdapat keunikan dan keindahan yang dapat pengunjung temui dipantai Watudodol ini, terdapat sumber mata air tawar yang berdekatan langsung dengan bibir pantai, dan juga pengunjung dapat menikmati keindahan pantai dari atas bukit di seberang jalan ,disamping itu diatas bukit terdapat 2 bungker yang dijadikan tempat persembunyian ataupun pertahanan pada masa pendudukan Jepang.



Akses :



Dari Banyuwangi kota naik angkot Lin 1 menuju terminal blambangan, dari terminal blambangan naik angkot menuju ketapang. Dari pelabuhan ketapang naik angkutan desa atau bus yang menuju arah situbondo.

Naik kereta arah Surabaya-Banyuwangi menuju stasiun Banyuwangi Baru. Dari Banyuwangi baru bisa naik bus arah Situbondo.








 



Pantai Rajegwesi begitu pantai ini dikenal, terletak di Desa Sarongan Kecamatan Pesanggaran dimana masyarakatnya sebagian besar berprosfesi sebagai nelayan. Pantai ini memiliki ombak yang kecil dibandingkan dengan pesisir pantai selatan lainnya, hal itu dikarenakan ada bukit dengan batu karang yang tinggi yang mampu menahan gelombang yang datang langsung dari pantai selatan (Samudra Hindia). Hal ini yang menjadikan pantai ini bernama Rajegwesi. Rajeg yang berarti tiang panjang / pagar dan wesi adalah besi, nama yang diambil dari bahasa jawa yang berarti pagar besi. Bebatuan dan bukit menjadi pemandangan yang sungguh menawan,dengan pasir bersih berwarna kecoklatan, pantai ini tidak sama dengan pantai lain yang berada di satu kawasan pesisir pantai selatan yang pasirnya berwana putih bersih. Warna kecoklatan ini ditimbulkan karena endapan lumpur di sungai yang terbawa dan bermuara di pantai ini saat banjir tiba.

Pemandangan lain dari pantai ini adalah dijadikannya sebagai pelabuhan bagi para nelayan tradisional yang sekaligus sebagai tempat pelelangan ikan, Jika wisatawan datang ditempat ini saat nelayan mendarat dari melaut,wisatawan dapat menyaksikan hasil laut yang dibawa dan masih segar, gotong royong dan saling bahu membahu saat nelayan lain tiba menandakan kearifan dan keramah tamahan masyarakat sekitar terhadap sesama. Masyarakat yang datang membantu untuk mendaratkan kapal nelayan akan diberikan 2 ekor ikan segar. Kearifan masyarakat sekitar terhadap keseimbangan alam ditampakkan dengan diadakannya selamatan pada hari jumat legi dalam kalender jawa dan upacara adat tradisi petik laut pada bulan assyura (suro) dengan memberikan persembahan kepada laut berupa kepala kambing dan seserahan lain yang dibawa dalam satu perahu kecil dengan hiasan aksesoris lain. Persembahan yang di berikan akan “di arak” ke laut lepas beramai ramai dengan menggunakan perahu nelayan.

Selain pemandangan yang menawan, pantai rajegwesi juga merupakan pintu masuk dari destinasi wisata lain yang ada di kawasan Taman Nasional Meru Betiri. Dengan menyeberang menggunakan jasa perahu nelayan setempat,anda akan dapat sampai di destinasi yang diinginkan seperti destinasi teluk hijau, wedi ireng dan destinasi lain sesuai yang masih masuk dalam satu kawasan.

Tidak jauh dari pantai Rajegwesi anda dapat mengunjungi desa Sarongan, disana anda dapat menyaksikan aktifitas masyarakat. Masyarakat daerah sarongan ini bermata perncaharian sebagai penderes dan pembuat gula merah. Penderes adalah mereka yang mengambil bahan baku gula merah yang diambil dari pohon kelama yang ditaman di kawasan perkebunan sungai lembu. Jika anda yang ingin menyaksikan pembuatan gula merah secara tradisional tempat ini menjadi rujukan bagi sebelum anda menuju destinasi selanjutnya. Anda juga bisa berbelanja beberap gula merah sebagai oleh – oleh.

Akses

Tidaklah sulit untuk menumpuh perjalan menuju destinasi wisata yang satu ini.bagi anda yang datang baik dari arah jember ataupun banyuwangi anda menuju kota jajag,dilanjutkan ke desa Pesanggaran, sarongan dan sampai di pantai Rajegwesi.

Jalanan yang sengaja dibiarkan alami dan tidak beraspal akan anda temui di sepanjang jalan desa sarongan, jalanan berlumbur dan berlubang memberikan kesan petualangan dan advanture. Dari desa ini sepanjang mata memandang akan disuguhkan pemandangan hamparan perkebunan yang sangat luas, mulai dari pohon jati, sengon, perkebunan karet, coklat. Bagi anda yang beruntung anda akan bertemu satwa yang berkeliaran di perkebunan ini seperti kera hitam,burung elang dan satwa lainnya.











Pantai Plengkung atau lebih dikenal dengan nama G-Land yang namanya telah menjadi perhitungan para pelancong dunia, terutama bagi mereka yang memiliki hobi berselancar. pantai ini disebut-sebut sebagai salah satu destinasi surfing terbaik di dunia.

Pantai Plengkung dijuluki “The Seven Giant Waves Wonder" oleh peselancar asing karena memiliki 7 gulungan ombak hingga 6 meter tingginya.

G-Land menjadi idaman dunia surfing internasional dan mempunyai ombak terbaik kedua di dunia setelah Hawaii. Puncak ombak di Plengkung hanya ada di bulan-bulan tertentu antara April hingga Agustus.

Pantai ini terletak di Kawasan Taman Nasional Alas Purwo, di Kecamatan Tegaldlimo.

Hamparan Pantai berpasir putih di kawasan ini diselimuti kawasan hutan yang masih alami dan jauh dari kebisingan hiruk pikuk perkotaan, menjadikannya sebagai kawasan paling ideal untuk Anda yang ingin berselancar dan benar-benar menjauh sejenak dari peradaban kota.





Transportasi:

JALUR DARAT : Banyuwangi - Kalipait (59 km) dengan kendaraan roda dua/roda empat; Kalipait - Pasaranyar (15 km); Pasaranyar - Trianggulasri - Pancur (15 km); Pancur – Plengkung (9 km)
JALUR DARAT LAUT : Banyuwangi - Benculuk (35 km) naik bus atau kendaraan umum lainnya; Benculuk - Grajagan (18 km) dengan kendaraan umum; Grajagan - Plengkung dengan speed boat















Gunung Ijen , sebuah gunung berapi aktif yang mempunyai ketinggian 2443 meter dan telah meletus empat kali pada tahun 1796, 1817, 1913, 1936.

Disinilah terdapat sebuah tempat yang begitu indah dan selalu menggoda untuk dikunjungi, Kawah Ijen. untuk dapat mencapai kawah ijen terdapat dua jalur yakni jalur utara dan selatan. Bila memilih melewati jalur selatan, dari Banyuwangi perjalanan menuju Desa licin kemudian dilanjutkan ke Paltuding dengan jarak 35 km dengan jarak tempuh 1,5 jam. Dan jika wisatawan memilih jalur utara berarti kita berangkat melewati Situbondo, menuju sempol melewati garduatak Wonosari,kemudian dilanjutkan ke Paltuiding yang dapat dicapai dengan jarak 93 km dengan waktu tempuh 2,5 jam. Setelah anda mencapai puncak kawah ijen . maka anda akan menemukan kawah yang sangat indah yang biasanya disebut kawah ijen.

Kawah Ijen adalah kawah yang bersifat asam yang airnya berwarna hijau toscca,berada di puncak ijen dengan tinggi 2368 meter diatas permukaan laut,dengan kedalaman danau 200 meter dan luas kawah 5466 hektar. Danau kawah ijen, merupakan danau reaktor multikomponen yang di dalamnya terjadi proses, baik fisika maupun kimia. Seperti diantara proses pelepasan gas magmatic, pelarutan batuan, pengendapan, pembentukan material baru, dan pelarutan kembali zat - zat yang terbentuk. sehingga menghasilkan air danau yang sangat asam dan mengandung bahan terlarut dengan konsentrasi sangat tinggi.

Selain itu, fenomena lainnya yang dihasilkan Kawah Ijen tentunya adalah suplimat belerang. Belerang dihasilkan dari sublimasi gas - gas belerang yang terdapat dalam asam sulfaltara yang bersuhu sekitar 200 derajat celcius, dengan kapasitas belerang 8 ton perhari. Disini wisatawan akan menemui para penambang sulfur yang melakukan kegiatan setiap harinya mengumpulkan dan mencetak belerang. yang ternyata memiliki kelebihan mampu untuk mengobati penyakit kulit, sebagai bahan pemutih gula, bahan kosmetik,bahan campuran sabun mandi dan bahan campuran untuk pembuatan ban kendaran.

kekaguman tak berhenti sampai disini. fenoma indah dari kawah ijen yang mampu mengalahkan matahari terbit dan terbenam adalah Api biru/Blue fire/Blue Flame. Untuk melihat api biru yang keluar dari semburan gas panas dari pipa sulfatara,wisatawan harus menunggu waktu malam hari dengan menggunakan pemandu wisata dan itu berarti wisatawan harus memulai pendakian pada dini hari. sebuah perjuangan memang, namun percayalah melihat kecantikan blue fire sangat cukup membayar perjalanan perjuangan anda. Waktu yang biasa digunakan pendakian untuk menyaksikan api biru di Kawah ijen antara pukul 02.00 WIB sampai jam 03.00 WIB dari Paltuding.Beberapa fasilitas umum yang ada di paltuding diantaranya camping ground, rest area, mushola, warung, dan toilet.



Penambang Belerang

Pemandangan yang tak kalah menakjubkan dari kawah ijen adalah aktifitas para penambang belerang yang beraktifitas setiap harinya di kawah ijen. Sekitar 350 penambang , terdiri dari orang pawon dan pemikul belerang yang bekerja PT. Canding Rimbi, Desa Tamansari . Dinamakan orang Pawon yang berarti Dapur dalam bahasa jawa, adalah mereka yang bersentuhan langsung dengan belerang. Mulai dari mengontrol keluarnya gas sulfatara dari pipa besi, mendinginkan pipa dengan menyiram beberapa bagian pipa agar panas gas menurun dan proses sumblimasi belerang lebih cepat, dan mengambil belerang yang telah beku dengan alat tradisional “linggis”, kemudian dikumpulkan untuk diangkut oleh para pengangkut belerang yang biasa disebut pemikul.

Para pemikul belerang akan mengambil belerang dari kawah dengan menggunakan basket tradisinonal yang terbuat dari bambu, dalam satu kali angkut para pemikul dapat membawa belerang antara 50 kg hingga 80 kg,namun ada beberapa pemikul yang dapat menganggkut belerang hingga 100 kg. para pemikul dalam satu hari dapat mengambil belerang hingga dua kali.

Belerang yang telah diangkut dibawa ke tempat penimbangan di dua tempat yang pertama “Pondok Bunder” dan Pos terakhir "Paltuding", para penambang belerang menempuh perjalanan dari kawah sampai ke pos terakir sejauh 3 km.



Proses belerang

Belerang yang sudah diangkut dan dikumpulkan jadi satu di pos Paltuding kemudian diangkut dengan truk menuju desa Blambangan untuk dilakukan penyortiran. Proses ini dengan memanaskan seluruh belerang dalam sebuah tungku besar dengan bara api. Belerang yang cair akan disaring untuk memisahkan kotaran berupa batu kerikil dan pecahan kayu.

Belerang yang sudah bersih di cetak kembali sesuai dengan permintaan pasar, cetakan bisa berbentuk lempengan ataupun bulatan kecil.







 
Air Terjun Lider sebagai salah satu objek wisata di Kabupaten Banyuwangi,memiliki pesona yang masih alami. Lokasinya terletak di Dusun Sragi, Desa Sumber Arum, Kecamatan Songgon Banyuwangi Jawa Timur. Berada di kawasan hutan lindung yang juga masuk dalam pengawasan Kawasan Resort Pemangkuan Hutan (KRPH), Perhutani Sidomulyo, Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Kali Setail Kecamatan Sempu. Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Banyuwangi Barat. Dinamakan Air Terjun Lider dikarenakan terletak di kawasan hutan lidung petak 74, Blok Lider. Air Terjun yang terletak di lereng Timur Gunung Raung ini, berjarak sekitar 45 km dari Kota Banyuwangi.

Aksesibilitas

Berjarak 45 km dari Kota Banyuwangi.Untuk bisa menuju keobjek wisata Air Terjun Lider terdapat dua jalur yang bisa dilalui, jalan pertama melewati Desa Jambewangi, Kecamatan Sempu yang berjarak 5 km.

Jalan alternatif lainnya adalah melewati Dusun Sragi, Kecamatan Songgon dengan jarak tempuh sekitar 8 km dari perkampungan warga. Apabila menggunakan jalur pertama dari terminal Bus Kota Genteng, perjalanan diawali dengan menggunakan angkutan pedesaan menuju Kecamatan Sempu yang berjarak 15 km.

Dari sini perjalanan dilanjutkan menuju Desa Songgon sejauh 10 km yang dapat ditempuh dengan menggunakan ojek sembari menikmati pemandangan perkebunan cengkeh yang terhampar disekitarnya. Sesampainya di Dukuh Lider, wisatawan masih harus melanjutkan perjalanan sejauh 3 km menuju batas akhir perkebunan cengkeh. Disana terdapat jalan masuk menuju ke air terjun.

Usai melakukan perjalanan panjang dengan menggunakan kendaraan, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki melintansi jalan setapak selebar setengah meter di sisi tepi jurang, enam sungai di tengah hutan.Untuk kondisi jalan setapak sudah tertatarapi, lengkap dengan petunjuk jalannya, namun wisatawan harus berhati-hati dikarenakan jalan yang cukup licin dan berliku. Jarak dari pos menuju Air Terjun sekitar 1 km.






 



Kawasan wisata Blok Bedul termasuk dalam kawasan Taman Nasional Alas Purwo, terletak di Desa Sumberasri Kecamatan Purwoharjo dan merupakan obyek wisata hutan mangrove yang masih sangat alami di Banyuwangi. Segara anakan sangat cocok untuk rekreasi air, seperti mendayung, memancing, ski air dan berenang.

Menurut penelitian, di sana terdapat 26 jenis mangrove dari 16 famili. Selain burung bangau, di sana juga ditemukan burung elang, kera, biawak, serta pada bulan-bulan tertentu wisatawan dapat menjumpai burung migran dari Australia yang singgah.

Wisatawan dapat mengunjungi Bedul dari Pantai Grajagan menggunakan perahu sekitar 45 menit, atau melewati jalur darat dengan kendaraan pribadi dari Pos Rowobendo ke arah barat yang berjarak 9,1 km. Fasilitas seperti rumah makan, warung, kamar mandi dan juga tempat parkir sudah tersedia di tempat ini.
 







 

Pulau yang tidak berpenghuni ini berada di 20 km dari pusat kota Banyuwangi, dengan luas pantai sekitar 5 hektar di antara pulau Dewata Bali dan Pulau Jawa. Berada di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo.

Tidak sulit untuk menjangkau pulau ini, wisatawan dapat menyeberang dari Pantai Kampe ataupun dari Bangsring dengan menyewa perahu nelayan, kisaran sewa antara Rp. 400.000 – Rp. 500.000 untuk satu perahu bisa menampung 8-10 orang tergantung dari besar perahu.

Tabuhan merupakan pulau eksotis, dikelilingi pasir putih yang indah. Coral dan beberapa biota laut dapat dijumpai dipulau tabuhan. Selain pemandangan yang indah, pulau ini menjadi surga baru bagi pecinta olahraga air ekstrim yaitu kitesurfing dan Windsurfing.

Olahraga yang mengandalkan angin kisaran 15 knot keatas ini tergolong olahraga air yang ekstre,pada bulan Agustus dipulau Tabuhan digelar Trial event Kitesurfing dan Windsurfing











Terletak di Kelurahan Kampung Mandar, Kecamatan Banyuwangi, Banyuwangi, Jawa Timur. Pantai Boom yang dulunya adalah sebuah pelabuhan penting , kini pelabuhan ini di menjadi salah satu destinasi wisata unggulan. Letaknya yang berada di pusat kota pantai ini ramai dikunjungi oleh wisatawan, baik dari dalam dan luar kota Banyuwangi .

Pantai berpasir hitam dengan berlatarbelakang pulau Dewata Bali yang eksotis ini menawarkan berbagai keindahan, pengunjung selain dapat menikmati pemandangan pantai juga dapat bersantai di pedestrian yang tertata rapi atau dibawah payung pantai, sembari menikmati kelapa muda, pengujung dapat mencoba fasilitas lainnya seperti berkuda, bermain ATV.

Beberapa fasilitaspun mulai dibangun seperti amphitheater yang dapat digunakan sebagai panggung seni,mushola, toilet umum, perbaikan jalan, diarea pantai, pembangunan Taman menambah indahnya pantai boom.



Selain sebagai destinasi wisata andalan Banyuwangi di pantai ini menjadi salah tempat penyelenggaraan event besar seperti tarian kolosal gandrung yang ditarikan oleh 1000 lebih penari yang bertajuk “ SEWU GANDRUNG” dan Banyuwangi Beach Jazz Festival adalah event JAZZ pantai pertama dan satu – satunya di Indonesia yang diadakan di Pantai Boom Banyuwangi.

Akses :

Pantai Boom terletak di bagian timur kota Banyuwangi. Dari Simpang Lima, masuk ke Jalan dr. Sutomo hingga Taman Blambangan. Dari traffic light Taman Blambangan menuju arah utara hingga bundaran PLN, lalu belok kanan masuk Jalan Nusantara. Semua kendaraan bisa masuk ke Pantai Boom. Dan rambu-rambu menuju kesana dapat ditemui dengan mudah.

 







 



Pantai Bangsring berada di Desa Bangsring, Kecamatan Wongsorejo. Dari pusat kota Banyuwangi, jarak yang harus ditempuh juga tidak terlalu jauh, hanya sekitar 19 kilometer (Km) ke arah utara. Rute jalan untuk menuju Pantai Bangsring juga relatif mudah dijangkau.

Menuju Pantai Bangsring, tepatnya 300 meter ke utara dari MI Nurul Karim, Desa Bangsring. Di lokasi itu ada papan penunjuk arah ZPB ke arah timur.

Nah, di situlah jalan menuju Pantai Bangsring. Jalan ke timur untuk menuju pantai hanya berjarak sekitar 1 Km. Semua jenis kendaraan juga bisa masuk untuk menuju Pantai Bangsring kecuali bus berukuran besar. Pantai Bangsring dulu hanya pantai biasa seperti pantai-pantai lain di Kecamatan Wongsorejo dengan pasir hitam.

Namun, pantai ini mulai ramai dikunjungi warga saat Kelompok Nelayan Samudera Bakti mulai gencar untuk menanam dan merawat terumbu karang di kawasan itu. Karena dulu kondisi terumbu karang Pantai Bangsring sangat mengkhawatirkan.

Terumbu karang di sana hampir 100 persen rusak, lantaran banyak nelayan yang mengebom maupun menggunakan potas untuk mencari Ikan. Dengan rusaknya terumbu di Pantai Bangsring, akhirnya Kelempok Nelayan Samudera Balai sadar dan tergerak untuk menggandeng nelayan setempat.

Mereka mengajak nelayan untuk ikut menjaga kelestarian laut dengan cara tidak lagi mencari ikan dengan mengebom atau dengan potas. Kini khasilya, terumbu karanng yang dulu rusak berat, sudah berubah menjadi tunbuh dengan lebat.

Bahkan, lebatnya terumbu karang di pantai Bangsring menjadikan tempat wisata baru dengan andalan pemandangan bawah laut. “

“Terumbu karang di Pantai Bangsring saat ini sudah mencapai ratusan jenis dengan biota ikan mencapai ribuan jenis,” kata Ketua Kelompok Nelayan Samudera balai, Ikhwan Arief. Manfaat lebatnya terumbu karang di Pantai Bangsring juga saat ini dirasakan oleh masyarakat setempat.

Hampir setiap hari, Pantai Bangsring selalu ramai dikunjungi warga untuk menikmati biota laut dengan snorkeling. Lapangan kerja baru juga muncul dengan menggeliatnya aktivitas wisata di Pantai Bangsring. Fasilitas penunjang wisata bawah laut yang ada di Pantai Bangsring juga sudah ada.

Sebut saja fasilitas rumah apung, alat snorkeling, life jacket, alat diving, kano, apartemen ikan, banana boat, dan sebagainya. Selain itu, keramba di rumah apung juga terdapat ikan hiu jinak yang bisa dijadikan wisata tambahan. Pengunjung yang ingin memacu adrenaline untuk ikut berenang dengan ikan hiu.

“Baru-baru ini juga ada penyu yang bertelur di Pantai Bangsring, kemarin kita sudah melepas 150 tukik kelaut. Penyu yang mendarat jenis sisik,” tambah Ikhwan.

Oh iya, fasilitas penunjang lainnya seperti lahan parkir yang luas juga sudah tersedia saat ini di Pantai Bangsring. Warung-warung juga banyak terdapat di sekitar Pantai Bangsring. Kamar mandi untuk ganti pakaian juga ada di sekitar lokasi.

Tampaknya tempat wisata yang dlkelola masyarakat ini memang sudah lengkap. Selain itu, di Pantai Bangsring ini juga bisa dijadikan rute untuk menuju Pulau Tabuhan maupun Pulau Menjangan. “Di sini juga ada home stay, per malam untuk satu home stay bisa disewa senilai Rp 100 ribu.

itu rumah warga yang dijadikan penginapan,” terang Ikhwan. Tim ekspedisi jelajah Jawa Pos Radar Banyuwangi pun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Saat kami sudah berada di pantai ini. Karena Pantai Bangsring terkenal dengan terumbu karangnya, kami yang beranggota Pemred JP RaBa Bayu Saksono, redaktur Ali Sodiqin, wartawan Taulik Ferdiansyah dan fotografer Rendra Des Kumia pun menceburkan diri ke dalam laut untuk menikmnati indahnya biota laut seperti terumbu karang dan ikan.

Memang benar terumbu karang di Pantai Bangsring sungguh sangat lebat. Biota laut seperti ikan hias dan terumbu karang bisa kami lihat dengan bebas tapi tentunya harus dengan menggunakan masker pelindung mata. Kami pun menyempatkan diri untuk beristirahat di rumah apung yang berada sekitar 100 meter dari bibir Pantai Bangsring.

Di rumah apung ini, kami bisa melihat ikan hiu secara langsung di dalam keramba. Kami juga bisa berenang bersama dengan hiu tersebut tanpa harus takut diserang oleh hiu, karena hiu yang ada di keramba sudah dipastikan jinak.

Saat berada di rumah apung, kami juga bisa menikmati view gunung yang ada di barat kota Banyuwangi dan view Pulau Bali secara langsung. Sungguh lengkap tempat tempat wisata ini.

Setelah beberapa lama menikmati terumbu karang yang ada di Pantai Bangsring, kami pun memutuskan untuk kembali ke bibir pantai untuk menyudahi petualang di Pantai Bangsring. Sebelum menuju pantai selanjutnya, kami menyempatkan minum kelapa muda yang dijual oleh pemilik warung yang ada dipantai Bangsring.

Sungguh lengkap, segarnya air kelapa muda yang kita minum melengkapi jelajah kami kali ini. Puas menikmati indahnya terumbu karang dan hidangan air kelapa muda di Pantai Bangsring, tim Jelajah Pantai Timur Jawa JP-RaBa didukung Toyota Auto 2000 Banyuwangi siap-siap menyeberang ke Pulau Tabuhan.


















 Air terjun Sumber Pawon terletak di desa Kampung Anyar , kecamatan Glagah , Banyuwangi. Berjarak sekitar 15 KM dari pusat kota Banyuwangi. Jika kalian pernah ke Kalibendo maka kalian akan melewati tempat ini. kira kira 1 KM sebelah timur Kalibendo. Dan aliran sungai nya pun masih satu hulu sungai dari Kalibendo. Letak nya pun sebenar nya nyaris di pinggir jalan namun tidak terlihat karena tertutupi pepohonan. Akses jalan ke sini dari kota sudah tahu kan? , sangat mudah dan jalan nya pun bagus. Jadi jalur ke barat ini ada beberapa tempat wisata terkenal seperti Tamansuruh , Kalibendo , sumber Pawon dan berakhir di Kawah Ijen Blue Fire.

































 

Friday, June 24, 2016

Tips Memilih Laptop yang baik dan benar

Memilih Laptop

Tips Memilih Laptop yang baik dan benar

Di Zaman yang Serba Canggih Ini. Seperti halnya pada zaman yang modern seperti sekarang, teknologi canggih bukanlah hal yang unik lagi. Perkembangan teknologi yang begitu cepat memaksa sebagian orang untuk mengikuti kemajuan zaman. Salah satu produk teknologi yang tidak asing lagi bagi kita adalah laptop. Sekarang ini, hampir semua anak muda dan remaja pasti mempunyai laptop, baik untuk main game, browsing di dunia maya, ataupun mengerjakan berbagai tugas kuliah. Namun, bagi anda yang baru mengenal laptop, ada beberapa Tips Dalam memilih Laptop yang baik dan benar yang bisa anda baca agar anda tidak salah memilih laptop. Hal pertama yang harus anda lakukan adalah mengumpulkan informasi tentang laptop yang hendak anda beli. Dengan melakukan ini, anda tidak akan kebingungan ketika hendak membeli laptop. Jangan lupa untuk membeli laptop sesuai dengan budget anda. Jangan pernah memaksakan membeli laptop mahal sedangkan budget anda pas-pasan.

Pilihlah laptop dengan merk yang terkenal. Brand laptop yang terkenal biasanya menyediakan garansi gratis terhadap produk laptop mereka. Hal ini menjadikan anda tidak perlu terlalu khawatir jika terjadi apa-apa pada laptop anda. Fitur yang dimiliki laptop juga penting untuk dipikirkan dan dipertimbangkan. Pilihlah spesifikasi laptop yang memang benar-benar anda butuhkan, bukan yang anda inginkan. Jika anda menuruti keinginan anda, pasti anda akan mementingkan spesifikasinya dibandingkan dengan kegunaannya. Anda harus menghindari itu. Jika bisa, cobalah beberapa laptop teman anda. Ini bisa anda jadikan referensi untuk membeli laptop jenis apa yang cocok dengan anda.
Beberapa Tips Dalam memilih Laptop yang baik dan benar tersebut bisa anda praktekkan dan jadikan sebagai referensi dalam memilih sebuah laptop yang cocok dan berkualitas. Seperti itulah Tips dalam memilih laptop yang sempat initips bagikan pada kesempatan kali ini, semoga tips diatas memiliki manfaat kepada anda. Terima kasih.!!



Trend Penggunaan Smartphone untuk Sharing di Dunia Online

 Trend Penggunaan Smartphone

Trend Penggunaan Smartphone untuk Sharing di Dunia Online

      Semakin maju dan berkembangnya teknologi, semakin banyak dan bermacam-macam pula gadget yang ditawarkan oleh para perusahaan besar. Sebut saja contohnya trend dari handphone pintar atau sering kita sebut dengan smartphone. Smartphone sekarang ini sudah menjamur dan juga tersebar luas dikalangan masyarakat Indonesia. Faktor timbulnya trend penggunaan smartphone di dukung aplikasi serta fitur yang sangat menarik dan menakjubkan dari berbagai smartphone yang ada. Semakin tinggi level suatu smartphone akan semakin banyak yang berminat untuk menjadi pengguna handphone pintar tersebut. Karena dengan smartphone tersebut banyak aktivitas yang bisa dilakukan, diantaranya yaitu berselancar di dunia maya. Smartphone memang lebih mengedepankan kenyamanan pengguna untuk berselancar di dunia online.

         Dengan fitur yang mereka tawarkan seperti layar sentuh, sistem operasi yang tinggi menyebabkan kecepatan pada saat browsing lebih baik, serta smartphone yang kebanyakan sudah berbasis android.Munculnya smartphone yang semakin hari semakin banyak dan beragam dalam menawarkan berbagai fiturnya membuat masyarakat menjadi sangat seleksi dalam memilih gadget mana yang akan dijadikan smartphone mereka. Pengaruh trend penggunaan smartphone adalah masyarakat menjadi mudah dan sering melakukan aktivitas dalam dunia online. Seperti halnya sharing momen, kegiatan, sampai dengan berbagi bisnis Anda dalam dunia online. Dengan bantuan fitur dari smartphone, kegiatan sharing di dunia online menjadi lebih mudah. Seperti halnya fitur dari kamera yang dimilikki salah satu smartphone.
          Yang mana ia memiliki kualitas megapixel yang tinggi dan juga dapat membantu Anda membagikan hasil foto Anda tersebut kepada teman-teman dunia online Anda.Selain untuk sharing kegiatan pribadi Anda, melakukan kegiatan bisnis juga akan semakin mengasikan dengan menggunakan smartphone. Trend penggunaan smartphone juga berdampak pada kegiatan bisnis. Selama ini, masih jarang orang yang mau dan percaya melakukan transaksi lewat dunia online. Karena terlalu banyak resiko yang dihasilkan. Namun semakin berkembangnya smartphone yang ada, membantu konsumen maupun produsen untuk saling berinteraksi. Oleh karena itu, sekarang ini mulai banyak kegiatan transaksi di dunia online dilakukan. Penggunaan smartphone memang menjadikan penggunannya semakin produktiv. Khususnya di dunia online. perkembangan gadget memang tidak akan pernah lepas dari dunia online.

Manfaat Jejaring Sosial Sebagai Media Komunikasi

jejaring Sosial

Manfaat Jejaring Sosial Sebagai Media Komunikasi


Jejaring Sosial Sebagai Media Komunikasi. Media komunikasi dari zaman ke zaman memang selalu berkembang mengikuti perkembangan dari teknologi itu sendiri. Dahulu mungkin media komunikasi tergolong masih sedikit macamnya dan juga cara penggunaanya yang kurang praktis. Sebut saja media komunikasi zaman dahulu yaitu dari koran, majalah, radio, televisi, dan surat-menyurat. Untuk kalangan tertentu mungkin sudah ada yang memilikki handphone atau HT. Media tersebut digunakan untuk membentuk suatu komunikasi antar satu orang dengan orang lainnya. Selain itu, media juga digunakan sebagai sarana berbagi informasi dengan orang lain. Dan saat ini, teknologi sudah berkembang dan otomatis media komunikasi pun ikut berkembang. Masuknya internet melengkapi kegunaan teknologi yang sudah mulai bermunculan.

Gadget seperti halnya smartphone merupakan gadget yang mampu membantu Anda mengakses dunia online dimana Anda dapat menemukan banyaknya jejaring sosial yang ditawarkan.Jejaring sosial sebagai media komunikasimemang menjadi penemuan yang menarik dan juga bermanfaat. Caranya yaitu dengan memanfaatkan gadget atau alat komunikasi yang Anda milikki sekarang ini. Fitur serta layanan yang ditawarkan yaitu kemudahan mengakses jejaring sosial. Sebut saja seperti e-mail, facebook, atau twitter. Jejaring sosial sebagai media komunikasi memang memberikan manfaat yang sanagat banyak dan berarti bagi setiap penggunannya. Seperti halnya kemudahan berinteraksi dengan keluarga, kawan, atau saudara yang bertempat tinggal jauh. Anda dapat mencari akun jejaring sosial mereka dan setelah itu Anda dapat mulai berinteraksi . Selain untuk berkomunikasi secara pribadi, jejaring sosial juga dapat menjadi tempat dimana Anda dapat berbagi informasi.
Pengguna jejaring sosial memang semakin hari semakin banyak, dan itu dapat dijadikan sebuah keuntungan tersendiri bagi Anda yang hendak berbagi informasi kepada teman Anda. Jejaring sosial juga dapat digunakan untuk acara-acara penting. Misalnya adalah menggunakan jejaring sosial untuk mempromosikan acara Anda, memberikan informasi acara, serta berhubungan dengan banyak orang mengenai acara Anda tersebut. Jejaring sosial sebagai media komunikasi juga memberikan manfaat yaitu membuat banyak orang semakin produktiv. Banyak hal yang dapat orang-orang lakukan, termasuk juga berbisnis di jejaring sosial. Karena memang fungsinya yaitu sebagai alat komunikasi maka berbisnis di jejaring sosial akan memberikan keuntungan bagi Anda. Akan banyak orang yang mengetahui bisnis Anda lewat jejaring sosial.

Tuesday, June 14, 2016

Pendidikan Karakter



Pendidikan Karakter

https://encrypted-tbn1.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcS_125lCLzrliM3rkQVihcqqlpfros2_yglW7vDFQo5K_B6kYxt


Pencetus pendidikan karakter yang menekankan dimensi etis-spiritual dalam proses pembentukan pribadi ialah pedagog Jerman FW Foerster (1869-1966). Pendidikan karakter merupakan reaksi atas kejumudan pedagogi natural Rousseauian dan instrumentalisme pedagogis Deweyan.
Lebih dari itu, pedagogi puerocentris lewat perayaan atas spontanitas anak-anak (Edouard Claparède, Ovide Decroly, Maria Montessori) yang mewarnai Eropa dan Amerika Serikat awal abad ke-19 kian dianggap tak mencukupi lagi bagi formasi intelektual dan kultural seorang pribadi.
Polemik anti-positivis dan anti-naturalis di Eropa awal abad ke-19 merupakan gerakan pembebasan dari determinisme natural menuju dimensi spiritual, bergerak dari formasi personal dengan pendekatan psiko-sosial menuju cita-cita humanisme yang lebih integral. Pendidikan karakter merupakan sebuah usaha untuk menghidupkan kembali pedagogi ideal-spiritual yang sempat hilang diterjang gelombang positivisme ala Comte.
Tujuan pendidikan adalah untuk pembentukan karakter yang terwujud dalam kesatuan esensial si subyek dengan perilaku dan sikap hidup yang dimilikinya. Bagi Foerster, karakter merupakan sesuatu yang mengualifikasi seorang pribadi. Karakter menjadi identitas yang mengatasi pengalaman kontingen yang selalu berubah. Dari kematangan karakter inilah, kualitas seorang pribadi diukur.
 Empat karakter
Menurut Foerster ada empat ciri dasar dalam pendidikan karakter. Pertama, keteraturan interior di mana setiap tindakan diukur berdasar hierarki nilai. Nilai menjadi pedoman normatif setiap tindakan.
Kedua, koherensi yang memberi keberanian, membuat seseorang teguh pada prinsip, tidak mudah terombang-ambing pada situasi baru atau takut risiko. Koherensi merupakan dasar yang membangun rasa percaya satu sama lain. Tidak adanya koherensi meruntuhkan kredibilitas seseorang.
Ketiga, otonomi. Di situ seseorang menginternalisasikan aturan dari luar sampai menjadi nilai-nilai bagi pribadi. Ini dapat dilihat lewat penilaian atas keputusan pribadi tanpa terpengaruh atau desakan pihak lain.
Keempat, keteguhan dan kesetiaan. Keteguhan merupakan daya tahan seseorang guna mengingini apa yang dipandang baik. Dan kesetiaan merupakan dasar bagi penghormatan atas komitmen yang dipilih.
Kematangan keempat karakter ini, lanjut Foerster, memungkinkan manusia melewati tahap individualitas menuju personalitas. ”Orang-orang modern sering mencampuradukkan antara individualitas dan personalitas, antara aku alami dan aku rohani, antara independensi eksterior dan interior.” Karakter inilah yang menentukan forma seorang pribadi dalam segala tindakannya.
 Pengalaman Indonesia
Di tengah kebangkrutan moral bangsa, maraknya tindak kekerasan, inkoherensi politisi atas retorika politik, dan perilaku keseharian, pendidikan karakter yang menekankan dimensi etis-religius menjadi relevan untuk diterapkan.
Pendidikan karakter ala Foerster yang berkembang pada awal abad ke-19 merupakan perjalanan panjang pemikiran umat manusia untuk mendudukkan kembali idealisme kemanusiaan yang lama hilang ditelan arus positivisme. Karena itu, pendidikan karakter tetap mengandaikan pedagogi yang kental dengan rigorisme ilmiah dan sarat muatan puerocentrisme yang menghargai aktivitas manusia.
Tradisi pendidikan di Indonesia tampaknya belum matang untuk memeluk pendidikan karakter sebagai kinerja budaya dan religius dalam kehidupan bermasyarakat. Pedagogi aktif Deweyan baru muncul lewat pengalaman sekolah Mangunan tahun 1990-an.
Kebiasaan berpikir kritis melalui pendasaran logika yang kuat dalam setiap argumentasi juga belum menjadi habitus. Guru hanya mengajarkan apa yang harus dihapalkan. Mereka membuat anak didik menjadi beo yang dalam setiap ujian cuma mengulang apa yang dikatakan guru.

https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3uJs3uIEdFXXycEcQZBX4hE3zVPhpjRBVWTYv3uHZbcXQZJyWPR1gCaw6-oE1O87PpavlsIMnqHvxUL2yFnLA2wXEP-iqlX-u-qlS96vmdKRkrQfbh63zqJnYzv6F_b3ta6HCkVqVVg/s1600/pendidikan-karakter.png




 Loncatan sejarah
Apakah mungkin sebuah loncatan sejarah dapat terjadi dalam tradisi pendidikan kita? Mungkinkah pendidikan karakter diterapkan di Indonesia tanpa melewati tahap-tahap positivisme dan naturalisme lebih dahulu?
Pendidikan karakter yang digagas Foerster tidak menghapus pentingnya peran metodologi eksperimental maupun relevansi pedagogi naturalis Rousseauian yang merayakan spontanitas dalam pendidikan anak-anak. Yang ingin ditebas arus ”idealisme” pendidikan adalah determinisme dan naturalisme yang mendasari paham mereka tentang manusia.
Bertentangan dengan determinisme, melalui pendidikan karakter manusia mempercayakan dirinya pada dunia nilai (bildung). Sebab, nilai merupakan kekuatan penggerak perubahan sejarah. Kemampuan membentuk diri dan mengaktualisasikan nilai-nilai etis merupakan ciri hakiki manusia. Karena itu, mereka mampu menjadi agen perubahan sejarah.
Jika nilai merupakan motor penggerak sejarah, aktualisasi atasnya akan merupakan sebuah pergulatan dinamis terus-menerus. Manusia, apa pun kultur yang melingkupinya, tetap agen bagi perjalanan sejarahnya sendiri. Karena itu, loncatan sejarah masih bisa terjadi di negeri kita. Pendidikan karakter masih memiliki tempat bagi optimisme idealis pendidikan di negeri kita, terlebih karena bangsa kita kaya akan tradisi religius dan budaya.
Manusia yang memiliki religiusitas kuat akan semakin termotivasi untuk menjadi agen perubahan dalam masyarakat, bertanggung jawab atas penghargaan hidup orang lain dan mampu berbagi nilai-nilai kerohanian bersama yang mengatasi keterbatasan eksistensi natural manusia yang mudah tercabik oleh berbagai macam konflik yang tak jarang malah mengatasnamakan religiusitas itu sendiri.
Doni Koesoema, A, Mahasiswa Jurusan Pedagogi Sekolah dan Pengembangan Profesional Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Kepausan Salesian, Roma

Paradigma Penelitian Kualitatif



Paradigma  Penelitian Kualitatif
Oleh
Purbayu Budi Santosa


1. Pendahuluan
            Bagi mahasiswa yang menuntut ilmu di Fakultas Ekonomi, demikian pula dengan staf dosennya  dalam melakukan penelitian secara umum memakai metode kuantitatif. Penggunan matematika, statistika dan ekonometrika merupakan suatu pilihan yang paling utama dalam melakukan analisis terhadap masalah yang muncul.
            Kebiasaan penggunaan alat analisis kuantitatif sebenarnya tidak terlepas dari kedekatan ilmu ekonomi dengan ilmu eksakta, di mana pendekatan ilmu ekonomi sudah relatif sama dengan ilmu eksakta, yaitu memakai metode kuantitatif. Fenomena ekonomi dapat diketahui dengan menggunakan metode ilmu eksakta, dengan mengemulsi modelnya  dan mengadopsi metaphoranya (Andres Clark, 1992). Karena terdapat anggapan tidaklah ilmiah suatu disiplin ilmu kalau tidak memakai pendekatan kuantitatif, maka tidaklah mengherankan kalau ilmu ekonomi mendapatkan julukan sebagai rajanya ilmu-ilmu sosial.
            Pendekatan kuantitatif yang dipakai dalam ilmu ekonomi seperti layaknya ilmu eksakta  tidak terlepas dari paradigma positivisme. Keyakinan dasar dari paradigma positivisme berakar pada paham ontologi realisme yang menyatakan bahwa realitas berada (exist) dalam kenyataan dan berjalan sesuai dengan hukum alam (natural law). Penelitian berupaya mengungkap kebenaran relitas yang ada, dan bagaimana realitas tersebut senyatanya berjalan
            Melihat kepada perjalan waktu sekarang ini berkembang paradigma post-positivisme, teori kritis  bahkan konstruktivisme. Paradigma  post-positivisme muncul sebagai perbaikan terhadap pandangan positivisme , di mana metodologi pendekatan eksperimental melalui observasi dipandang tidak mencukupi, tetapi harus dilengkapi dengan triangulasi, yaitu penggunan beragam metode, sumber data, periset dan teori. Teori kritis dalam memandang suatu realitas  penuh dengan muatan ideologi tertentu, seperti neo-Marxisme, materialisme, feminisme dan paham lainnya. Paradigma konstruktivisme secara ontologis menyatakan realitas itu ada dalam beragam bentuk konstruksi mental yang didasarkan kepada pengalaman sosial, bersifat lokal dan spesifik serta tergantung kepada pihak yang melakukannya. Atas dasar pandangan filosofis ini, hubungan epistemologis antara pengamat dan obyek merupakan satu kesatuan subyektif dan merupakan perpaduan interaksi diantara keduanya (Agus Salim, 2006).

2. Perbedaan Paradigma Positivisme dan Alamiah
            Lincoln dan Guba (1985) membedakan paradigma dalam ilmu pengetahuan secara umum dalam dua kelompok, yaitu paradigma positivisme(positivist) dan alamiah (naturalist). Pengertian paradigma menurut Patton, 1978 (dalam Lincoln dan Guba ,1985) ini adalah :
            A paradigm is a world view, a general perspective , a way of breaking down the  complexity of the real world. As such, paradigms are deeply embedded in the socialization of adherents and practitioners: paradigms tell them what is important, legitimate, and reasonable. Paradigms are also normative, telling the practitioner what to do without the necessity of long existential or epistemological consideration. But it is this aspect of paradigms that constitutes both their strength and their weakness-their strength in that it makes action possible, their weakness in that the very reason for action is hidden in the unquestioned assumptions of the paradigm.  

Bogdan dan Biklen (1982 dalam Lexy J. Moleong, 1989) menyebut paradigma sebagai kumpulan longgar dari sejumlah asumsi yang dipegang bersama, konsep atau proposisi yang mengarahkan cara berpikir dan penelitian. Deddy Mulyana  (2003) menyebut paradigma sebagai suatu ideologi dan praktik suatu komunitas ilmuwan yang menganut suatu pandangan yang sama atas realitas, memiliki seperangkat kriteria yang sama untuk menilai aktivitas penelitian, dan menggunakan metode serupa. 

            Tabel 1. Contrasting Positivism and Naturalist Axioms


Axioms About
Positivism Paradigm
Naturalist Paradigm
The nature of reality
Reality is single, tangible, and fragmentable
Realities are multiple, constructed, and holistic
The relationship of knower to the known
Knower and known are independent, a dualism
Knower and known are interactive, inseparable
The possibility of generalization
Time-and context-free generalizations (nomothetic statements) are possible
Only time-and context bound working hypotheses (ideo-raphic statements) are possible
The possibility of casual linkages
There are real causes, temporally precedent to or simultaneous with their effect
All entities are in a state of mutual simultaneous shaping, so that it is impossible to distinguish causes from effects
The role of values
Inquiry is value-free
Inquiry is value-bound
  
                   Sumber : Lincoln dan Guba, 1985

                        Dari Tabel 1 di atas dapat dilihat perbedaan aksioma paradigma positivisme dan alamiah. Paradigma positivisme pada umumnya melahirkan metode penelitian kuantitatif, sedangkan paradigma alamiah melahirkan metode kualitatif.  Lincoln dan Guba (1985) selanjutnya mengemukakan asumsi-asumsi dasar dalam paradigma alamiah, diantaranya :


Asumsi tentang kenyataan.
            Fokus paradigma alamiah terketak pada kenyataan ganda yang dapat diumpamakan sebagai susunan lapisan kulit bawang, atau seperti sarang, tetapi yang saling membantu satu dengan lainnya. Setiap lapisan menyediakan perspektif kenyataan yang berbeda dan tidak ada lapisan yang dapat dianggap lebih benar daripada yang lainnya. Fenomena tidak dapat berkonvergensi ke dalam sustu bentuk saja, yaitu bentuk ‘kebenaran’, tetapi berdiverensi dalam berbagai bentuk, yaitu ‘kebenaran ganda’. Lapisan-lapisan itu tidak dapat diuraikan atau dipahami dari segi variable bebas dan terikat secara terpisah, tetapi terkait secara erat dan membentuk suatu pola ‘kebenaran’.Pola inilah yang perlu ditelaaah dengan lebih menekankan pada verstehen atau pengertian daripada untuk keperluan prediksi dan kontrol. Peneliti alamiah cenderung memandang secara lebih berdiverensi daripada konvergensi apabila peneliti makin terjun ke dalam kancah penelitian.
Asumsi tentang peneliti dan subyek
            Paradigma alamiah berasumsi bahwa fenomena bercirikan interaktivitas. Walaupun usaha penjajagan dapat mengurangi interaktivitas sampai ke tingkatan minimum, sejumlah besar kemungkinan akan tetap tersisa. Pendekatan yang baik memerlukan pengertian tentang kem ungkinan pengaruh terhadap interaktivitas, dan dengan demikian perlu memperhitungkannya.
Asumsi tentang hakikat pernyataan tentang ‘kebenaran’
            Peneliti alamiah cenderung mengelak dari adanya generalisasi dan menyetujui thick description dan hipotesis kerja. Perbedaan dan bukan kesamaan, yang memberi ciri terhadap konteks yang berbeda. Jadi, jika seseorang mendeskripsikan atau menafsirkan suatu situasi dan ingin mengetahui serta ingin mencari tahu apakah hal itu berlaku pada situasi kedua, maka peneliti perlu memperoleh sebanyak mungkin informasi tentang keduanya (yaitu thick description) guna menentukan apakah terdapat dasar yang cukup kuat untuk mengadakan pengalihan. Selanjutnya, fokus pencarian alamiah lebih memberi tekanan pada perbedaan yang lebih besar daripada persamaan. Perbedaaan yang kecil pun dirasakan jauh lebih penting daripada persamaan yang cukup besar. Dengan demikian paradigma alamiah mengacu kepada dasar pengetahuan idiografik, yaitu yang mengarah kepada pemahaman peristiwa atau kasus-kasus tertentu. Sedang di sisi lain, paradigma positivisme mengacu pada dasar pengetahuan nomotetik, yaitu yang mengacu kepada pengembangan hukum-hukum umum.
            Fry (1981, dalam Ahmad Sonhadji, et al, 1996) membedakan secara lebih rinci perbandingan antara paradigma penenelitian kualitatif dan kuantitatif , seperti dapat dilihat dalam Tabel 2 berikut.
Tabel 2. Perbandingan paradigma kualitatif dan kualitatif
             Paradigma Kualitatif
       Paradidma Kuantitatif
Mengajurkan penggunaan metode kualitatif
Menganjurkan penggunaan metode kuantitatif
Fenomelogisme dan verstehen dikaitkan dengan pemahaman perilaku manusia dari frame of reference aktor itu sendiri
Logika positivisme:”Melihat fakta atau kasual fenomena sosial dengan sedikit melihat bagi pernyataan subyektif individu-individu”
Observasi tidak terkontrol dan naturalistik
Pengukuran terkontrol dan menonjol
Subyektif
Obyektif
Dekat dengan data:merupakan perspektif “insider”
Jauh dari data: data merupakan perspektif “outsider”
Grounded, orientasi diskoveri, eksplorasi, ekspansionis, deskriptif, dan induktif
Tidak grounded, orientasi verifikasi, konfirmatori, reduksionis, inferensial dan deduktif-hipotetik
Orientasi proses
Orientasi hasil
Valid: data “real, “rich, dan “deep”
Reliabel:data dapat direplikasi dan “hard”
Tidak dapat digeneralisasi:studi kasus tunggal
Dapat digeneralisasi:studi multi kasus
Holistik
Partikularistik
Asumsi realitas dinamik
Asumsi realitis stabil


3. Proses Penelitian Kualitatif
            Menurut Strauss dan Corbin (2003) penelitian kualitatif dimaksud sebagai jenis penelitian yang temuan-temuannya tidak diperoleh melalui prosedur statistik atau bentuk hitungan lainnya. Selanjutnya, dipilihnya penelitian kualitatif karena kemantapan peneliti berdasarkan pengalaman penelitiannya dan metode kualitatif dapat memberikan rincian yang lebih kompleks tentang fenomena yang sulit diungkapkan oleh metode kuantitatif.
            Proses penelitian kualitatif supaya dapat mengahasilkan temuan yang benar-benar bermanfaat memerlukan perhatian yang serius terhadap berbagai hal yang dipandang perlu. Dalam memperbincangkan proses penelitian kualitatif paling tidak tiga hal yang perlu diperhatikan, yaitu kedudukan teori, metodologi penelitian dan desain penelitian kualitatif.

Kedudukan Teori
            Dilihat dari aspek aksiologi tujuan ilmu (ilmu pengetahuan) adalah untuk mencari kebenaran dan membantu manusia mengatasi kesulitan hidupnya dalam rangka mencapai kesejahteraan. Suatu perguruan tinggi di mana berbagai ahli berkumpul mempunyai tujuan untuk mengembangkan ilmu di mana natinya terdapat gudang ilmu,   sebenarnya yang terjadi adalah pengembangan berbagai teori (Ahmad Tafsir, 2006).
            Pengertian teori menurut Marx dan Goodson (1976, dalam Lexy J. Moleong, 1989) ialah aturan menjelaskan proposisi atau seperangkat proposisi  yang berkaitan dengan beberapa fenomena alamiah dan terdiri atas representasi simbolik dari (1) hubungan-hubungan yang dapat diamati diantara kejadian-kejadian (yang diukur), (2) mekanisme atau struktur yang diduga mendasari hubungan-hubungan demikian, dan (3) hubungan-hubungan yang disimpulkan serta mekanisme dasar yang dimaksudkan untuk data dan yang diamati tanpa adanya manifestasi hubungan empiris apa pun secara langsung. Fungsi teori paling tidak ada empat, yaitu (1) mensistematiskan penemuan-penemuan penelitian, (2) menjadi pendorong untuk menyusun hipotesis dan dengan hipotesis membimbing peneliti mencari jawaban-jawaban, (3) membuat ramalan atas dasar penemuan, (4) menyajikan penjelasan dan, dalam hal ini, untuk menjawab pertanyaan ‘mengapa’.
            Penelitian kualitatif dapat bertitik tolak dari suatu teori yang telah diakui kebenarannya dan dapat disusun pada waktu  penelitian berlangsung berdasarkan data yang dikumpulkan. Pada tipe pertama, dikemukakan teori-teori yang sesuai dengan masalah penelitian, kemudian di lapangan dilakukan verifikasi terhadap teori yang ada, mana yang sesuai dan mana yang perlu diperbaiki atau bahkan ditolak
Penelitian kualitatif  mengenal adanya teori yang disusun dari data yang dibedakan atas dua macam teori, yaitu teori substantif dan teori formal (Lexy J. Moleong, 1989 dan Mubyarto, et al, 1984). Teori substantif adalah teori yang dikembangkan untuk keperluan substantif atau empiris dalam inkuiri suatu ilmu pengetahuan, misalnya sosiologi, antropologi, psikologi dan lain sebagainya. Contoh: perawatan pasien, hubungan ras, pendidikan profesional, kenakalan, atau organisasi peneliti. Di sisi lain, teori formal adalah teori untuk keperluan formal atau yang disusun secara konseptual dalam bidang inkuiri suatu ilmu pengetahuan, misalnya sosiologi, psikologi dan sebagainya. Contoh: perilaku agresif, organisasi formal, sosialisasi, autoritas dan kekuasaan, sistem penghargaan, atau mobilitas social.
            Unsur-unsur teori meliputi (a) kategori konseptual dan kawasan konseptualnya dan (b) hipotesis atau hubungan generalisasi diantara kategori dan kawasan serta integrasi. Kategori adalah unsur konseptual suatu teori sedangkan kawasannya (property) adalah aspek atau unsur suatu kategori. Yang perlu ditekankan dalam penelitian kualitatif, bahwa status hipotesis ialah suatu yang disarankan, bukan sesuatu yang diuji diantara hubungan kategori dan kawasannya. Jadi, dengan demikian peneliti sejak awal penelitian lapangan akan menjadi aktif menyusun hipotesis dalam rangka pembentukan teori. Keaktifan tersebut mencakup baik penyusunan hipotesis baru maupun verifikasi hipotesis melalui perbandingan antar kelompok.
            Contoh unsur-unsur teori menurut jenis teori substantif maupun teori formal dapat dilihat dalam Tabel 3.
Tabel. 3. Unsur-unsur Teori dan Contoh-contohnya

Unsur Teori
Jenis Teori

Substantif
Formal
Kategori
Kerugian masyarakat karena kematian pasien
Nilai sosial sesorang
Kawasan Kategori
Menghitung kerugian masyara-
kat atas dasar cirri pasien yang jelas dan dipelajari
Menghitung niali social seseorang atas dasar ciri-ciri yang jelas dan dipelajari
Hipotesis
Makin tinggi kerugian masyarakat dari pasien yang meninggal,
1)      makin baik perawatannya
2)      makin banyak perawat yang mengembangkan alas an kematian untuk menjelaskan kemati-nnya
Makin tinggi nilai masyarakat sesorang, makin kurang penundaan pelayanan yang diterimanya dari para ahli
  
Sumber : Glaser dan Strauss, 1980 dalam Lexy J. Moleong, 1989




3. Pemilihan Metodologi Penelitian
            Penelitian kualitatif bertujuan untuk melakukan penafsiran terhadap fenomena sosial. Metodologi penelitian yang dipakai adalah multi metodologi, sehingga sebenarnya tidak ada metodologi yang khusus. Para periset kualitatif dapat menggunakan semiotika, narasi, isi, diskursus, arsip, analisis fonemik, bahkan statistik. Di sisi yang lain, para periset kualitatif juga menggunakan pendekatan, metode dan teknik-teknik etnometodologi, fenemologi, hermeneutic, feminisme, rhizomatik, dekonstruksionisme, etnografi, wawancara, psikoanalisis, studi budaya, penelitian survai, dan pengamatan melibat (participant observation) (Agus Salim, 2006). Dengan demikian, tidak ada metode atau praktik tertentu yang dianggap unggul, dan tidak ada teknik yang serta merta dapat disingkirkan. Kalau dibandingkan dengan metodologi penelitian yang dikemukakan oleh Feyerabend (dalam Chalmers, 1982) mungkin akan mendekati ketepatan, karena menurutnya metodologi apa saja boleh dipakai asal dapat mencapai tujuan yang dikehendaki.
            Penggunaan dan arti metode penelitian kualitatif yang berbeda-beda ini menyulitkan diperolehnya kesepakatan diantara para peneliti mengenai definisi yang mendasar atasnya. Selanjutnya Agus Salim (2006) menyatakan bila suatu definisi harus dibuat bagi pendekatan kebudayaan , maka penelitian kualitatif adalah suatu bidang antardisiplin, lintas disiplin, bahkan kadang-kadang kawasan kontradisiplin.
            Di sisi lain, penelitian kualitatif juga melintasi ilmu pengetahuan humaniora, sosial, dan fisika. Hal tersebut berarti penelitian kualitatif memiliki fokus terhadap banyak paradigma. Para praktisinya sangat peka terhadap nilai pendekatan multimetode. Mereka memiliki komitmen terhadap sudut pandang naturalistiuk dan pemahaman intepretatif atas pengalaman manusia. Pada saat yang sama, bidang ini bersifat politis dan dibentuk oleh beragam etika dan posisi politik.
            Meskipun penelitian kualitatif bersifat multi metodologi, akan tetapi seperti halnya penelitian kuantitatif perlu mempertimbangkan validitas data. Perbandingan validitas penelitian secara paralel antara penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah sebagai berikut:
             Tabel 4. Padanan Validitas antara Metode Kualitatif dan Kuantitatif
Kualitatif

Kuantitatif
 Credibility
Berpadanan dengan
Validitas internal
Transferability
Berpadanan dengan
Validitas eksternal
Dependability
Berpadanan dengan
Realibilitas/Keajegan
Confirmability
Berpadanan dengan
Obyektivitas
 Sumber : Agus Salim, 2006
            Menurut Denzin dan Lincoln (1994 dalam Agus Salim, 2006) secara umum penelitian kualitatif sebagai suatu  proses dari berbagai langkah yang melibatkan peneliti, paradigma teoritis dan interpretatif, strategi penelitian, metode pengumpulan data dan analisis data empiris, maupun pengembangan interpretasi dan pemaparan.

Disain Penelitian Kualitatif
            Berbeda dengan penelitian konvensional yang bersifat kuantitatif, dalam penelitian kualitatif, disain penelitian tidak ditentukan sebelumnya. Meskipun begitu, menurut Bogdan &Biklen, 1982 dalam Arief Furchan, 1996) fungsi disain tetap sama yaitu digunakan dalam penelitian untuk menunjukkan rencana penelitian tentang bagaimana melangkah maju. Lincoln dan Guba (1985) mengidentifikasi unsur-unsur atau elemen-elemen disain naturalistik sebagai berikut:
Penentuan fokus penelitian (initial focus for inquiry)
Penentuan fokus penelitian dilakukan dengan memilih fokus atau pokok permasalahan yang dipilih untuk diteliti, dan bagaimana memfokuskannya: masalah mula-mula sangat umum, kemudian mendapatkan fokus yang ditujukan kepada hal-hal yang spesifik. Namun, fokus itu masih dapat berubah. Fokus sangat penting sebab tidak ada penelitian tanpa fokus, sedangkan sifat fokus tergantung dari jenis penelitian yang dilaksanakan. Misalnya, untuk penelitian fokusnya adalah masalah, untuk evaluasi fokusnya adalah evaluan, dan untuk analisis kebijakan fokusnya adalah pilihan kebijakan.
Penyesuaian paradigma dengan fokus penelitian.
Pertanyaan-pertanyaan yang dapat muncul dalam penyusunan disain, diantaranya: (a) Apakah fenomena terwakili oleh konstruksi yang ganda dan kompleks (a multiciplicity of complex social contructions)?; (b) sampai di mana tingkatan interaksi antara peneliti-fenomena dan sampai di mana tingkatan ketidakpastian interaksi tersebut yang dihadapkan kepada peneliti ?; (c)sampai di mana tingkatan ketergantungan konteks?; (d) apakah beralasan (reasonable) untuk menyatakan hubungan kausal yang konvensional pada unsur-unsur fenomena yang diamati ataukah hubungan antar gejala itu bersifat mutual simultaneous shipping?; (e) sampai di mana kemungkinan nilai-nilai merupakan hal yang krusial pada hasil (context and time-bound atau context and time-free generalization)?
Penyesuaian paradigma penelitian dengan teori substantif yang dipilih
            Kesesuaian acuan teori yang digunakan (kalau ada) dengan sifat sosial yang diacu sangat penting dalam penelitian kualitatif. Dalam penelitian kualitatif apabila temuan-temuan dapat memunculkan teori dari bawah (grounded), maka penelitian tersebut dapat dilanjutkan. Teori yang muncul dari bawah ini hendaknya ajeg dengan paradigma metode yang menghasilkan teori  tersebut.
Penentuan di mana dan dari siapa data akan dikumpulkan
            Dalam penelitian kualitatif tidak ada pengertian populasi, samp[ling juga berbeda tafsirannya dengan metode lainnya. Dalam kualitatif, sampling merupakan pilihan peneliti tentang aspek apa, dari peristiwa pa, dan siapa yang dijadikan focus pada saat dan situasi tertentu.Oleh karena itu dilakukan terus menerus sepanjang penelitian. Artinya, tujuan sampling adalah untuk mencakup sebanyak mungkin informasi yang bersifat holistic kontekstual. Dengan kata lain, sampling tidak harus representatif terhadap populasi (penelitian kuantitatif), melainkan representative terhadap informasi holistik. Dalam merencanakan sampling dipertimbangkan langkah-langkah berikut; (a)menyiapkan identifikasi unsure-unsur awal; (b)menyiapkan munculnya sample secara teratur dan purposif; (c)menyiapkan penghalusan atau pemfokusan sample secara terus-menerus; dan (d) menyiapkan penghentian sampling. Sebagai catatan bahwa rencana-rencana tersebut hanya bersifat sementara, sebab tidak ada satupun langkah yang dapat dikembangkan secara sempurna sebelum dimulainya penelitian di lapangan.
Penentuan fase-fase penelitian secara berurutan
            Dalam penelitian ditentukan tahap-tahap penelitian, dan bagaimana beranjaknya dari tahap satu ke tahap yang lain dalam proses yang berbentuk siklus. Tahapan-tahapan tersebut memiliki tiga fase pokok: Pertama. Tahap orientasi dengan mendapatkan informasi tentang apa yang penting untuk ditemukan, atau orientasi dan peninjauan. Kedua, tahap eksplorasi dengan menemukan sesuatu secara eksplorasi terfokus, dan ketiga, tahap member check dengan mengecek temuan menurut prosedur yang tepat dan memperoleh laporan akhir.   
Penentuan instrumentasi.
            Instrumen penelitian tidak bersifat eksternal, melainkan bersifat internal yaitu peneliti sendiri sebagai instrument (human instrument). Bentuk-bentuk lain instrument boleh dipergunakan jika ada. Untuk semua penelitian naturalistic, evaluasi atau analisis kebijakan sangat bermanfaat apabila instrument manusia diorganisasi dalam satu tim, dengan keuntungan-keuntungan dalam hal peran, perspektif nilai, disiplin, strategi, metodologi, cek internal dan saling mendukung.
Perencanaan pengumpulan data
            Instrumen manusia yang beroperasi dalam situasi yang tidak ditentukan, di mana peneliti memasuki lapangan yang terbuka, sehingga tidak mengetahui apa yang tidak diketahui. Untuk itu maka peneliti haruslah mengandalkan teknik-teknik kualitatif, seperti wawancara, observasi, pengukuran, dokumen, rekaman, dan indikasi non-verbal. Dalam rekaman data terbagi pada dua dimensi, yaitu fidelitas dan struktur. Fidelitas mengacu pada kemampuan peneliti untuk menunjukkan bukti secara nyata dari lapangan(fidelitas tinggi, misalnya rekaman video atau audio, sedangkan fidelitas kurang, misalnya catatan lapangan). Sedangkan dimensi struktur meliputi terstrukturnya wawancara dan observasi.
Perencanaan prosedur analisis
            Analisis data dilakukan sepanjang penelitian dan dilakukan secara terus-menerus dari awal sampai akhir penelitian. Pengamatan tidak mungkin tanpa analisis untuk mengembangkan hipotesis dan teori berdasarkan data yang diperoleh. Analisis data merupakan proses pelacakan dan pengaturan secara sistematis transkip-transkip wawancara, catatan lapangan, dan bahan-bahan lain agar peneliti dapat menyajikan temuannya. Analisis data melibatkan pengerjaan pengorganisasian, pemecahan dan sintesis data serta pencarian pola-pola, pengungkapan hal-hal yang penting dan penentuanapa yang dilaporkan. Karena banyaknya model analisis yang diajukan oleh para pakar, maka peneliti hendaknya memilih salah satu modfel yang dianjurkan oleh para pakar tersebut.
Perencanaan logistik.
            Perencanaan perlengkapan (logistik) dalam penelitian kualitatif dapat dikelompokkan ke dalam lima kategori, yaitu: (a)mempertimbangkan kebutuhan logistic awal secara keseluruhan sebelum pelaksanaan proyek; (b)logistik untuk kunjungan lapangan sebelum, berada di lapangan; (c) logistik untuk sewaktu di lapangan; (d) logistik untuk kegiatan-kegiatan setelah kunjungan lapangan; dan (e) perencanaan logistik untuk mengakhiri dan menutup kegiatan. 
Rencana untuk pemeriksaan keabsahan data
            Pemeriksaan keabsahan data dalam penelitian kualitatif meliputi empat teknik. Pertama, kredibilitas (credibility)yaitu criteria untuk memenuhi nilai kebenaran dari data dan informasi yang dikumpulkan. Artinya, hasil penelitian harus dapat dipercaya oleh semua pembaca secara kritis dan dari responden sebagai informan. Untuk hasil penelitian yang kredibel, terdapat tujuh teknik yang diajukan yaitu: perpanjangan kehadiran peneliti/pengamat (prolonged engagement), pengamatan terus-menerus (persistent observation), triangulasi (triangulation), diskusi teman sejawat (peer debriefing), analisis kasus negative (negative case analysis), pengecekan atas kecukupan referensial (referencial adequacy checks), dan pengecekan anggota(member checking).
            Kedua, transferabilitas (transferability). Kriteria ini digunakan untuk memenuhi criteria bahwa hasil penelitian yang dilakukan dalam konteks (setting) tertentu dapat ditransfer ke subyek lain yang memiliki tipologi yang sama.
Ketiga, dependabilitas (dependability). Kriteria ini dapat digunakan untuk menilai  apakah proses penelitian kualitatif bermutu atau tidak, dengan mengecek: apakah si peneliti sudah cukup hati-hati, apakah membuat kesalahan dalam mengkonseptualisasikan rencana penelitiannya, pengumpulan data, dan pengintepretasiannya. Teknik terbaik yang digunakan adalah dependability audit dengan meminta dependent dan independent auditor untuk mereview aktifitas peneliti.
Keempat, konfirmabilita (confirmability). Merupakan kriteria untuk menilai mutu tidaknya hasil penelitian. Jika dependabilitas digunakan untuk menilai kualitas dari proses yang ditempuh oleh peneliti, maka konfirmabilitas untuk menilai kualitas hasil penelitian, dengan tekanan pertanyaan apakah data dan informasi serta interpretasi dan lainnya didukung oleh materi yang ada dalam audit trail.
            Dari berbagai uraian yang dikemukakan di atas penelitian merupakan sebuah proses yang memerlukan perhatian yang benar-benar serius seandainya ingin diperoleh hasil penelitian yang berkualitas. Perhatian Tabel 4 berikut, yang menggambarkan ringkasan penelitian kualitatif sebagai suatu proses
                       Tabel 5.  Peneltian Kualitatif sebagai Proses

              Fase
                            Uraian
Periset sebagai subjek penelitian  
yang multi kultural
Penelitian bersifat historis dan penelitian tradisi , konsep dari diri dan semuanya, tergantung pada etika dan politik penelitian
Paradigma teoritis dan  interpretatif
Positivisme, post-positivisme, konstruktivisme, feminisme, model etnik, model Marxis, cultural studies
Strategi penelitian
Desain studi, studi kasus, etnografi, observasi partisipasi, fenomenologi, grounded theory, metode biografi, metode histories, penelitian tindakan, dan penelitian klinis
Metode pengumpulan data dan analisis data empiris
Interviu, observasi, artefak, dokumen dan rekaman, metode visual, metode pengalaman pribadi, analisis dengan bantuan program computer, dan analisis tekstual
Pengembangan interpretasi dan pemaparan
Kritereia dan kesepakatan, seni dan politik penafsiran, penafsiran tulisan, strategi analisis, tradisi evaluasi, dan penelitian terapan

Pengunaan Metode Kualitatif dalam Ekonomi

            Kalau diperhatikan karya-karya klasik dalam bidang ekonomi, misalnya buku karangan Adam Smith , Wealth of Nations (1976) yang ditulis tahun 1776, maka sebagian besar narasinya berisi analisis secara kualitatif. Demikian pula, buku klasik lainnya, karya Karl Marx, Das Kapital, berisi uraian secara mendalam penggunaan berbagai disiplin ilmu untuk menggambarkan keadaan masyarakat pada waktu itu.
            Penggunaan alat analisis kuantitatif begitu demikian menonjol setelah munculnya aliran Neo-Klasik, yang dalam analisisnya menekankan sudut optimasi dalam kegiatan ekonomi. Walaupun dominasi penggunaan alat dan metode penelitian kuantitatif begitu menonjol, bukan berarti dalam karya ilmiah ilmu ekonomi semuanya memakai itu. Misalnya, aliran ekonomi kelembagaan awal dalam analisis ekonomi menggunakan pendekatan tidak murni, akan tetapi dibantu disiplin ilmu lainnya. Myrdal (1954) dalam karya awalnya menulis betapa pentingnya elemen politik dalam pengembangan teori ekonomi. Karya monumental Myrdal lainnya (1972) yang mengantarkannya memperoleh hadiah Nobel Ekonomi pada tahun 1974 menerangkan kegagalan pembangunan di Asia karena terlalu mengadopsi model ekonomi Neo-Klasik dan kurang memperhatikan factor-faktor non ekonomi, seperti keadaaan politik, social, budaya dan hukum. Demikian pula, Weber (dalam Taufik Abdullah, editor, 1979) kuranglah dikenal oleh mahasiswa ekonomi, meskipun hasil karyanya cukup terkenal. Menurutnya, kemajuan di dunia Barat dengan kapitalismenya, disebabkan karena factor agama yang dianut oleh pengikutnya, khususnya agama Protestan dengan aliran Calvinisme.
            Celakanya, meskipun Myrdal memperoleh hadiah Nobel Ekonomi akan tetapi dalam banyak buku sejarah pemikiran ekonomi tidaklah diperbincangkan, karena beliau lebih dijuluki sebagai seorang sosiolog.


Penutup
            Metode penelitian kualitatif sebagai salah satu pilihan yang dapat dipakai para mahasiswa Fakultas Ekonomi maupun para peneliti ekonomi, di samping netode penelitian kuantitatif yang sudah biasa dipakai. Pendalaman terhadap metode penelitian kualitatif harus disesuaikan dengan bidang kajian yang digemari, seperti kalau ingin mempelajari organisasi, bisa baca buku karangan Symon dan Catherine Cassell(1998). Jika ingin mempelajari akuntansi harus merujuk metode penelitian kualitatif untuk akuntansi dan untuk ilmu ekonomi dan studi pembangunan juga pernah dilakukan, misalnya oleh Mubyarto, et al (1984).
            Sekiranya para peneliti ingin menggabungkan penelitian kualitatif dan kualitatif berbagai pedoman penelitian bisa dirujuk. Misalnya Brannen (1997) maupun Lili Rasjidi (1991).


Menurut Capra tradisi-tradisi mistik yang terdapat dalam setiap agama dan halqah-halqah mistikal itu bisa juga ditemukan pada banyak ajaran filsafat Barat. Paralel-paralel fisika modern tidak hanya muncul pada  dalam Veda Hinduisme, dalam I Ching, atau dalam sutra-sutra Budha, tetapi juga dalam fragmen-fragmen Heraclitus, dalam sufisme Ibnu Arabi, atau dalam ajaran-ajaran Don Juan, Sang Penyair.

Daftar Pustaka
Agus Salim 2006.Teori & Paradigma Penelitian Sosial. Yogyakarta: Tiara Wacana

Brannen, Julia. 1997. Memadu Metode Penelitian Kualitatif & Kuantitatif. Terj, Nuktaf Arfawie Kurde, Imam Safe’I dan Noorhaidi. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Imron Arifin. 1996. Penelitian Kualitatif dalam ilmu-ilmu Sosial dan Keagamaan. Editor. Malang: Kalimasahada

Lili Rasjidi. 1991. Manajemen Riset Antardisiplin, editor. Bandung: Rosda

Lincoln, Yvonna S & Egon G. Guba. 1985. Naturalistic Inquiry. California: Sage

Lexy J. Moleong. 1989. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remadja Karya

Mubyarto, Loekman Sutrisno dan Michael Dove. 1984. Nelayan dan Kemiskinan. Studi Ekonomi dan Antropologi di Dua Desa Pantai. Jakarta: Rajawali.

Symon, Gillian & Catherine Cassell.1998. Qualitative Methods and Analysis in Organizational Research. A Practical Guide. New Delhi: Sage

Weber, Max.1960. Sekte-sekte Protestan dan Semangat Kapitalisme dalam Taufik Abdullah, editor. 1979. Agama, Etos Kerja dan Perkembangan Ekonomi. Jakarta: LP3ES.
Myrdal, Gunnar. 1969. The political Element in the Development of Economic Theory. New York: Simon and Schuster.
Smith, Adam. 1976. An Inquiry into tThe Wealth of Nations. Chicago: The University of Chicago.
Capra, Fritjof. 2001. Tao of Physics.Menyingkap Paralisme Fisika Modern dan Mistisisme Timur.  Terjemahan Pipit Maizer.Yogyakarta: Jalasutra.
Capra, Fritjof. 2000 Titik Balik Peradaban Sains, masyarakat dan Kebangkitan Kebudayaan. Terjemahan M. Thoyibi. Yogyakarta: Yayasan Benteng Budaya.