Tuesday, June 14, 2016

Metode Pembelajaran Mind Map



Mind Map
 https://www.mindtools.com/media/Diagrams/mindmap.jpg
 
1) Pengertian
            Menurut Buzan (2010:4), mind map (peta pikiran) adalah cara termudah untuk menempatkan informasi ke dalam otak dan mengambil informasi ke luar dari otak. Mind map adalah cara mencatat yang kreatif dan secara harfiah akan memetakan pikiran-pikiran kita. Mind map adalah alat berpikir kreatif yang mencerminkan cara kerja alami otak. Mind map memungkinkan otak menggunakan semua gambar dan asosiasinya dalam pola radial dan jaringan sebagaimana otak dirancang seperti yang secara internal digunakan otak.
Menurut Deporter dan Hernacki (2000:153-154), mind map adalah teknik pemanfaatan keseluruhan otak dengan menggunakan citra visual dan prasarana grafis lainnya untuk membentuk kesan. Mind map ini dapat membangkitkan ide-ide orisinal dan memicu ingatan yang mudah. Mind map ini juga menyenangkan, menenangkan, dan kreatif, karena cara ini akan memberikan kesan yang lebih dalam untuk menguraikan suatu pembahasan.
Mind map adalah cara kreatif bagi peserta didik secara individual untuk menghasilkan ide-ide, mencatat pelajaran, atau merencanakan penelitian baru. Dengan memerintahkan kepada peserta didik untuk membuat mind map, mereka akan menemukan kemudahan untuk mengidentifikasi secara jelas apa yang telah mereka pelajari. Selain itu, mereka akan lebih kreatif untuk merencakan suatu hal dengan lebih baik (Silberman, 2009:188).
Mind map adalah cara mengembangkan kegiatan berpikir ke segala arah. Di samping itu, dengan mind map dapat melihat hal dari berbagai arah dan dapat mengembangkan berpikir kreatif, menarik, dan mudah diingat (Bonita, 2011:98).


https://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/66/MindMapGuidlines.svg/320px-MindMapGuidlines.svg.png
2) Kegunaan
            Teknik mind map ini memiliki beberapa kegunaan sebagai berikut. Pertama, dapat menghemat waktu. Menulis karya ilmiah memerlukan waktu yang tidak sedikit, sehingga dengan menggunakan teknik mind map ini dapat menghemat waktu dalam mempelajari materi-materi yang akan dituliskan dalam sebuah karya ilmiah. Kedua, memungkinkan pembelajar menyusun dan menjelaskan pikirannya. Dengan teknik mind map pembelajar bisa menyusun dengan mudah dan cepat tentang hal-hal yang terdapat di dalam pikiran, setelah mereka mendapatkan pengetahuan/informasi baru. Ketiga, memperbaiki ingatan dan konsentrasi. Teknik mind map menyesuaikan dengan cara kerja otak. Otak senang mengaitkan dua (tiga atau empat) hal sekaligus. Dalam teknik mind map terdapat hubungan antarcabang yang dapat membuat siswa mudah mengerti dan mengingat. Keempat, teknik mencatat menggunakan mind map dapat lebih merangsang otak dibandingkan dengan catatan tradisional. Dalam teknik mencatat menggunakan mind map terdapat garis hubung yang melengkung seperti cabang-cabang poohon, sehingga jauh lebih menarik bagi mata dan dapat merangsangotak, berbeda dengan garis lurus yang dapat membosankan otak. Hal ini disesuaikan dengan cara kerja otak dalam menyimpan informasi, yaitu informasi secara menyebar seperti cabang-cabang pohon tidak tersusun rapi. Kelima, menjadikan pembelajaran lebih menyenangkan. Di dalam teknik mind map terdapat berbagai macam warna. Bagi otak warna sama menariknya dengan gambar, sehingga dapat membuat pembelajar senang dalam pembelajaran menggunakan teknik mind map. Keenam, mind map dapat digunakan  untuk mencatat yang efektif dan mudah diingat karena di dalamnya terdapat gambar, foto, berbagai macam warna, bentuk, garis lengkung sehingga akan membuat catatan lebih menarik dan mudah diingat daripada pencatatan dengan cara tradisional yang cenderung linear, hitam putih, satu warna yang dapat membuat bosan dan segera terlupakan. Ketujuh, membuat pembelajar dapat belajar dengan menyenangkan karena dengan menggunakan mind map pembelajar dapat belajar sesuai dengan cara kerja otak, sekaligus menarik untuk dilihat dan dapat menahan mata dan pikiran untuk tetap fokus dalam memasukkan informasi. Dengan begitu, diharapkan informasi yang didapatkan pembelajar dapat bertahan lama. Selain itu, mind map dapat membantu dalam banyak hal, seperti (a) merencanakan, (b) berkomunikasi, (c) menjadi lebih kreatif, (d) menyelesaikan masalah, (e) memusatkan perhatian, (f) menyusun dan menjelaskan pikiran-pikiran, (g) mengingat dengan lebih baik, (h) belajar lebih cepat, dan (i) melatih gambar keseluruhan (Buzan, 2010:6).
            Menurut Olivia (2008:8), mind map mempunyai beberapa kegunaan, yaitu (a) membantu untuk berkonsentrasi dan lebih baik dalam mengingat, (b) meningkatkan kecerdasan visual dan keterampilan observasi, (c) melatih kemampuan berpikir kritis dan komunikasi, (d) melatih inisiatif dan rasa ingin tahu, (e) meningkaatkan kreatifitas dan daya cipta, (f) membuat catatan dan ringkasan pelajaran lebih baik, (g) membantu mendapatkan atau memunculkan ide atau cerita yang brilian, (h) meningkatkan kecepatan berpikir dan mandiri, (i) menghemat waktu sebaik mungkin, (j) membantu mengembangkan diri serta merangsang pengungkapan pemikiran, (k) membantu menghadapi ujian dengan nilai yang lebih bagus, (l) membantu mengatur pikiran dan hobi, (m) melatih koordinasi gerakan tangan dan mata, (n) mendapatkan kesempatan lebih banyak untuk senang-senang, (o) membuat tetap fokus pada ide utama maupun ide tambahan, dan (p) membantu menggunakan kedua belahan otak yang membuat kita terus menerus untuk belajar.
            Selain itu, ada yang beranggapan bahwa kegunaan mind map adalah (1) membantu Anda agar tetap dapat mengendalikan berbagai jalur yang beragam, (2) menangani segala sesuatu yang ingin Anda katakan, (3) Anda akan mengingatnya dengan lebih jelas, (4) Anda akan lebih mudah untuk tetap menjaga pesan yang ingin disampaikan di tengah-tengah berbaai pemikiran dan gagasan Anda yang mengalir dengan deras, (5) Anda tidak akan memiliki kekhawatiran tambahan karena harus menangani teknologi tertentu, dan (6) akan memmudahkan Anda dalam belajar (Buzan, 2004:170).  
            Menurut Windura (2008:70), mind map juga berguna untuk meringkas, mengkaji ulang (review), mencatat, mengajar, bedah buku, presentasi, penelitian, dan manajemen waktu. Di samping itu, mind map juga berguna untuk menyederhanakan materi pelajaran atau sebagai alat bantu berpikir untuk mengembangkan kreativitas. Dengan mind map materi pelajaran akan lebih sederhana, karena yang dituliskan di dalamnya hanya kata-kata kunci saja. Kata kunci dalam suatu karya tulis biasanya berkisar antara 10-15 % saja (Windura, 2010:31).
            http://www.mindmeister.com/blog/wp-content/uploads/MindMapping_mindmap_handdrawn.png
3) Kelebihan
            Menurut Michalko (dalam Buzan, 2010:6), kelebihan mind map dapat digolongkan beberapa hal, yaitu: (a) mengaktifkan seluruh otak. Dengan menggunakan mind map dapat menyeimbangkan kedua sisi otak (otak kanan dan otak kiri) karena cara kerja mind map disesuaikan dengan cara kerja otak. Dengan begitu, kita bisa mengenal otak dengan lebih baik dan memudahkan otak belajar dan mengingat informasi karena dengan memahami cara kerja otak bagi manusia dapat mengarahkan seluruh potensi mental dan fisik; (b)  Dapat memfokuskan pada pokok bahasan. Otak memiliki kemampuan alami untuk pengenalan visual, bahkan sebenarnya pengenalan yang sempurna. Dengan mind map yang di dalamnya berkombinasi dengan berbagai warna, gambar dan, cabang melengkung, maka akan dapat merangsang otak untuk memperhatikan suatu informasi, kemudian dapat terfokus pada pokok bahasan yang sedang dibahas dengan menggunakan mind map sehingga dapat mengingat informasi tersebut; (c) Dapat memusatkan perhatian pada pokok bahasan yang membantu mengalihkan informasi tentangnya dari ingatan jangka pendek ke ingatan jangka panjang; (d) Dapat menunjukkan hubungan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah. Dengan adanya garis hubung berbentuk lengkungan dalam mind map, maka dapat membantu menghubungkan antara bagian-bagian informasi yang saling terpisah; (e) Memberikan gambaran yang jelas pada keseluruhan dan perincian. Di dalam pembuatan mind map, hanya menggunakan kata kunci disertai gambar yang berhubungan, sehingga dapat menggambarkan suatu informasi yang kompleks menjadi padat dan jelas; (f) Dapat membangkitkan imajinasi dan membantu mengingat karena mind map melibatkan sisi kanan otak secara alami melalui pengguanaan warna dan gambar.
            Selain itu, kelebihan lain yang dimiliki mind map adalah (1) cara mudah menggali informasi dari dalam otak dan luar otak, (2) cara baru untuk belajar dan berlatih dengan cepat dan ampuh, (3) cara membuat catatan agar tidak membosankan, (4) cara terbaik untuk mendapatkan ide baru dan merencanakan proyek, dan (5) alat berpikir yang mengasyikkan karena berpikir dua kali lebih baik, dua kali lebih cepat, dua kali lebiha jernih dan menyenangkan (Olivia, 2008:13).
            Menurut Windura (2008:70), kelebihan mind map adalah (1) ide utama materi pelajaran ditentukan secara jelas, (2) menarik perhatian mata dan otak sehingga memudahkan kita dalam berkonsentrasi, (3) dapat melihat gambaran secara menyeluruh sekaligus detailnya, (4) hubungan informasi yang satu dengan yang lainnya jelas, (5) terdapat pengelompokkan informasi, (6) prosesnya menyenangkan, tidak membosankan karena lebih banyak menggunakan unsur otak kanan seperti gambar dan warna, dan (7) sifatnya unik sehingga mudah diingat.

4) Kelemahan
Mind map juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu (1) membutuhkan waktu yang lama. Dalam pembuatan catatan dengan teknik mind map harus memberikan warna, gambar, dan memikirkan informasi yang harus dicatat. (2) Tidak sepenuhnya murid yang belajar. Dalam pembuatan catatan dengan teknik mind map pembelajar masih memerlukan bimbingan pengajar karena dimungkinkan pembelajar mengalami kebingungan dalam membuat hubungan antarkonsep. (3) Mind map pembelajar bervariasi sehingga pengajar akan kewalahan memeriksa mind map pembelajar. Bagi kelas yang mempunyai banyak pembelajar, maka pengajar akan merasa kewalahan dalam memeriksa hasil mind map buatan pembelajar. (4) Penggunaan mind map adalah untuk melatih ingatan. Jika semakin baik melatih penggunaan ingatan, semakin banyak hubungan yang akan dibuat di dalam otak dan ini akan semakin mempermudah untuk mengingat. Sebaliknya,  jika siswa tidak melatih diri untuk melatih ingatan dengan sering membuat mind map, maka sedikit hubungan yang akan dibuat di dalam otak dan ini semakin mempersulit untuk mengingat.

5) Bahan-bahan yang Diperlukan untuk Membuat Mind Map
Menurut Buzan (2010:14) terdapat beberapa bahan yang diperlukan dalam membuat mind map, yaitu: (a) kertas kosong tak bergaris agar tidak mengganggu dan bertujuan agar siswa mempunyai keleluasaan dalam membuat cabang dan menambahkan gambar. (b) Pena dan pensil warna digunakan untuk membuat garis penghubung antarkonsep dan mewarnainya agar lebih menarik. (c) Otak merupakan bagian dari bahan yang tidak bisa diabaikan. Tentunya dalam segala hal pasti memerlukan otak untuk berpikir ataupun untuk melakukan suatu kegiatan, selain itu untuk dalam pembuatan teknik mind map ini sangat memerlukan otak karena mind map menyesuaikan dengan cara kerja otak serta melatih otak untuk meningkatkan daya ingat. (d) Imajinasi juga menjadi bagian dari mind map ini. Imajinasi seseorang tidak terbatas. Dalam pembuatan mind map ini seseorang bebas menggunakan imajinasinya untuk menuliskan informasi yang diperolehnya.

6) Aturan Pembuatan Mind Map
Terdapat beberapa aturan yang perlu diperhatikan dalam membuat mind map, di ataranya  (1) kertas polos dengan ukuran minimal A4 dan paling baik adalah ukuran A3 dengan orientasi horizontal (landscape). Central topic diletakkan di tengah-tengah kertas dan sedapat mungkin berupa image dengan minimal 3 warna. (2) Garis lebih tebal untuk garis pusat dan selanjutnya semakin jauh dari pusat garis akan semakin tipis. Garis harus melengkung (tidak boleh garis lurus) dengan panjang yang sama dengan panjang kata atau image yang ada di atasnya. Seluruh garis herus tersambung ke pusat. (3) Menggunakan kata kunci saja dan hanya satu kata untuk satu garis. Harus selalu menggunakan huruf cetak supaya lebih jelas dengan besar huruf yang semakin mengecil untuk cabang yang semakin jauh dari pusat. (4) Image dapat digunakan sebanyak mungkin, seperti gambar, kode, symbol, grafik, tabel, dan ritme karena lebih menarik serta mudah untuk diingat dan dipahami. Kalau memungkinkan gunakan image yang 3 dimensi agar lebih menarik lagi. (5) Warna dapat digunakan minimal 3 warna dan lebih baik 5-6 warna. Warna berbeda untuk setiap baris dan warna cabang harus mengikuti warna garis pusat. (6) Menggunakan struktur radian dengan sentral topic yang terletak di tengah-tengah kertas dan selanjutnya cabang-cabangnya menyebar ke segala arah. Garis pusat umumnya terdiri dari 2-7 buah yang disusun sesuai dengan arah jarum jam dimulai dari arah jam 1.

7) Langkah-langkah Pembuatan Mind Map
Menurut Buzan (2010:15-16), langkah-langkah pembuatan mind map dapat dilakukan dengan cara (a) memulai dari bagian tengah kertas kosong yang di sisi panjangnya diletakkan mendatar karena memulai dari tengah member kebebasan kepada otak untuk menyebar ke segala arah dan untuk mengungkapkan dirinya dengan lebih bebas dan alami. (b) Memberi gambar atau foto untuk ide utama karena sebuah gambar bermakna seribu kata dan membantu kita menggukan imajinasi. Sebuah gambar sentral akan lebih menarik, membuat kita tetap terfokus, membantu kita berkonsentrasi, dan mengaktifkan otak kita. (c) Memberi berbagai warna, karena bagi otak, warna sama menariknya dengan gambar. Warna membuat mind map lebih hidup, menambah energi kepada pemikiran kreatif, dan menyenangkan. (d) Menghubungkan cabang-cabang utama ke gambar pusat dan menghubungkan cabang-cabang tingkat dua dan tiga ke tingkat satu dan dua, dan seterusnya. Otak akan bekerja menurut asosiasi. Otak senang mengaitkan dua, tiga, atau empat hal sekaligus. Apabila kita menghubungkan cabang-cabang, maka kita lebih mudah mengerti dan mengingat. (e) Membuat garis hubung yang melengkung bukan garis lurus, karena garis lurus akan membosankan otak. Cabang-cabang yang melengkung dan organis, seperti cabang-cabang pohon jauh lebih menarik bagi mata. (f) Menggunakan satu kata kunci untuk setiap garis, karena kata kunci tunggal memberi lebih banyak daya dan fleksibelitas kepada mind map. (g) Menggunakan gambar seperti gambar sentral, karena setiap gambar bermakna seribu kata. Jadi, apabila kita hanya mempunyai 10 gambar di dalam mind map, hal itu setara dengan 10.000 kata catatan. 




Bonita (ed.). 2011. PowerPoint 2010 untuk Public Spiking. Jakarta: Elex Media Koputindo.

Buzan, Tony. 2004. Mind Maps at Work: How to Be the Best at Your Job and Still Have Time to play. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Buzan, Tony. 2005. The Ultimate Book of Mind Maps: Buku Pintar Mind Map. Jakarta: Gramedia.

Buzan, Tony. 2010. Buku Pintar Mind Map. Jakarta: Gramedia.

Darmawan, A. 1995. Bagaiman Mengelola Penerbitan Media Sekolah. Yogyakarta: Kanisius.

DePorter, Bobbi dan Hernacki, Make. 2000. Quantum Learning: Membiasakan Belajar Nyaman dan Menyenangkan. Bandung: Kaifa.

Hakim, A. 2009. Menulis...Siapa Takut? Yogyakarta: Kanisius.

Hardjono, Dewibertha (ed.). 2007. Bahasa Indonesia untuk Mahasiswa. Yogyakarta: CV Andi Offset.

Haryanto, dkk. 2000. Metode Penulisan dan Penyajian Karya Ilmiah: Buku Ajar untuk Mahasiswa. Jakarta: Buku Kedokteran EGC.

Hidayati, Nurul. 2007. Think Smart Bahasa Indonesia untuk Kelas XII SMA/MA Program Bahasa. Bandung: Grafindo Media Pratama.

Iskandarwassid dan Sunendang, Dadang. 2009. Strategi Pembelajaran Bahasa. Bandung: Remaja Rosda Karya.

Nasucha, Yakub dkk.. 2009. Bahasa Indonesia untuk Penulisan Karya Tulis Ilmiah (Mata Kuliah Wajib Pengembangan Kepribadian). Yogyakarta: Media Perkasa.

Olivia, Femi. 2008. Gembira Belajar dengan Mind Mapping. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Silberman, Mel. 2009. Active Learning: 101 Strategi Pembelajaran Aktif. Yogyakarta: Pusaka Insan Madani.

Sudarmanto, YB. (ed. 2007. Bahasa Indonesia Mata Kuliah Pengembangan Keprbadian di Perguruan Tinggi. Jakarta: Grasindo.

Supadi,dkk. 2007. Fokus Menyelesaikan Soal-soal Ujian Nasional SMP. Jakarta: PT Kawan Pustaka.

Tim Revisi Universitas Negeri Malang. 2010. Pedoman Penulisan Karya Ilmiah: Skripsi, Tesis, Desertasi, Artikel, Makalah, Tugas Akhir, Laporan Penelitian. Malang: Universitas Negeri Malang.

Windura, Sutanto. 2008. Brain Management Series For Learning Strategy Be An Absolute Genius: Panduan Praktis Learn How to Learn Sesuai Cara Kerja Alami Otak. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Windura, Sutanto. 2010. Memory Champion School: Rahasia Mengingat Materi Pelajaran Apa Saja. Jakarta: Elex Media Komputindo.

Wiyanto, Asul. 2008. Terampil Menulis Paragraf. Jakarta: Grasindo.

No comments:

Post a Comment