Friday, June 24, 2016

Tips Mengisi Baterai Smartphone yang benar agar Tahan Lama

Tips Mengisi Baterai Smartphone yang benar agar Tahan Lama

Mengisi Baterai Smartphone
              Seperti halnya dengan jantung kita,  baterai merupakan salah satu hal atau bagian yang penting pada sebuah smartphone/ponsel. Sudah menjadi hal yang umum bila smartphone cukup menguras penggunaan baterai. Nah, biasa usia baterai ponsel kita panjang dan mampu bertahan lama, cara yang paling umum digunakan adalah dengan menonaktifkan koneksi WiFi dan GPS jika memang tidak digunakan serta agar tidak menggunakan smartphone untuk bermain game dalam waktu yang lama. Selain itu ada beberapa langkah lain yang wajib Anda lakukan agar baterai smartphone Anda selalu tampil prima, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Jangan dibiarkan habis total
Banyak yang bilang agar baterai smartphone sebaiknya dibiarkan habis terlebih dahulu sebelum di-charge kembali. Ada benarnya sih, hanya saja itu untuk baterai dengan bahan nikel, yang sekarang ini sudah mulai ditinggalkan, sehingga saran seperti diatas sudah tidak relevan dengan bahan baterai yang digunakan. Smartphone modern yang baru sudah menggunakan baterai berbahan litium-ion, yang cara perawatannya pun juga berbeda dari baterai bahan nikel. Baterai smartphone sebaiknya dijaga agar daya yang disimpan di dalamnya tetap di atas 50 persen atau minimal 20 persen. Meski begitu, sesekali daya baterai juga perlu "dikuras" hingga habis, misalnya sekali dalam sebulan untuk keperluan kalibrasi.

2. Jangan "di-charge" semalaman
Kebiasaan membiarkan baterai terhubung dengan charger semalaman sambil ditinggal tidur juga ternyata tidak baik. Walau beberapa charger bisa memutus arus listrik jika daya sudah terisi 100 persen, membiarkan baterai selalu berada dalam kondisi 100 persen terisi juga tidak baik. Mengisi baterai sebentar saja hingga terisi penuh secara berkali-kali malah lebih baik untuk kesehatan baterai dibanding dibiarkan dalam kondisi nol persen atau 100 persen secara terus-menerus. Baterai litium juga rawan jika dibiarkan sering kehabisan daya sebab baterai tersebut juga memiliki komponen yang bisa digunakan untuk merusak baterai sendiri untuk mencegah agar baterai tidak meledak. Walau tidak terjadi tiap hari, pengguna wajib waspada.

3. Hindari tempat yang panas
Hindarkan smartphone dari tempat-tempat yang panas, misalnya di dashboard mobil di bawah kaca depan mobil, walau smartphone dalam keadaan mati sekali pun. Sebab, panas yang terpapar bisa merusak baterai. Baterai litium idealnya disimpan dalam suhu 15 derajat celsius. Suhu ekstrem yang bisa ditangani adalah antara minus 40 hingga 50 derajat celsius.

4. Langsung ke soket listrik
Menghubungkan baterai dengan charger melalui soket listrik adalah cara yang paling direkomendasikan. Walau saat ini diperkenalkan metode pengisian ulang baterai secara nirkabel, metode tersebut juga menghasilkan panas yang tidak baik untuk baterai. Metode menghubungkan charger dengan soket listrik juga lebih cepat dan aman jika dibanding menghubungkan smartphone dengan USB komputer atau laptop menggunakan kabel data/charger.

No comments:

Post a Comment