RESUME FILSAFAT ILMU
Sejarah Perkembangan
Ilmu
A. LANDASAN
ILMU PADA ZAMAN YUNANI
Pada zaman yunani dalam sejarah peradaban manusia terjadi perubahan pola
pikir manusia dari mitrosentris menjadi logosentris. Untuk menelusuri filsafat
yunani, perlu dijelaskan terlebih dulu
asal kata filsafat. Sekitar abad IX SM atau paling tidak tahun 700 SM, di
yunani, Sophia diberi arti kebijakanaan; Sophia juga berarti kecakapan.
Filosof alam pertama yang mengkaji tentang asal usul alam adalah Thales
(624-546 SM). Ia digelari Bapak Filsafat karena dialah orang yang mula-mula
berfilsafat dan mempertanyakan. “Apa sebenarnya asal-usul alam semesta ini?”
Pertanyaan ini sangat mendasar, terlepas apapun jawabannya. Namun, yang penting
adalah pertanyaan itu dijawabnya dengan pendekatan rasional, bukan dengan
pendekatan mitos atau kepercayaan. Ia mengatakan asal alam adalah air karena
air unsure penting bagi setiap makhluk hidup, air dapat berubah menjadi benda
gas, seperti uap dan benda padat, seperti es, dan bumi ini juga berada di atas
air.
Setelah berakhirnya masa para filosof alam, maka muncul masa transisi,
yakni penelitian terhadap alam tidak menjadi focus utama, tetapi sudah mulai
menjurus pada penyelidikan pada manusia. Filosof alam tidak dapat memberikan
jawaban yang memuaskan, sehingga timbullah kaum “Sofis”. Kaum sofis ini memulai
kajian tentang manusia dan menyatakan bahwa manusia adalah ukuran kebenaran.
Tokoh utamanya adalah Protagoras (481-411 SM). Ia menyatakan bahwa “manusia”
adalah ukuran kebenaran. Pernyataan ini merupakan cikal bakal humanisme.
Pertanyaan yang muncul adlah apakah yang dimaksudnya itu manusia individu atau
manusia pada umumnya. Memang dua hal
ini menimbulkan konsekuensi yang sungguh berbeda. Namun tidak ada jawaban yang
pasti, mana yang dimaksud oleh Protagoras.
Puncak kejayaan filsafat yunani terjadi pada masa Aristoteles (384-322
SM). Logika Aristoteles berdasarkan pada analisis bahasa yang disebut sillogisme.
Logika
Aristoteles ini juga disebut dengn
logika deduktif, yang mengukur valid atau tidaknya sebuah pemikiran Aristoteles
yang pertama kali membagi fillsafat pada
yang teoritis dan praktis. Yang mencakup logika, metafisika, dan fisika,
sedangkan yang praktis mencakup etika ekonomi, dan politik.
B.
PERKEMBANGAN ILMU ZAMAN ISLAM
Sejak awal kelahirannya, Islam sudah memberikan penghargaan yang begitu
besar kepada ilmu. Sebagaimana sudah diketahui, bahwa nabi Muhammad Saw. ketika
diutus oleh allah sebagai rosul, hidup dalam masyarakat yang terbelakang, dimana
pagadisme tumbuh menjadi sebuah identitas yang melekat pada masyarakat arab
pada masa itu. Kemudian islam datang mmenawarkan cahaya penerang yang mengubah
masyarakat arab jahiliyah menjadi masyarakat yang berilmu dan beradab.
1. Penyampaian
ilmu dan filsafat yunani ke dunia islam
Dalam perjalanan ilmu dan juga filsafat di dunia islam, pada dasarnya
terdapat upaya rekonsiliasi dalam arti medekatkan dan mempertemukan dua
pandangan yang berbeda, bahkan sering kali ekstrim antara pandangan filsafat
yunani, seperti filsafat plato dan Aristoteles, dengan pandangan keagamaan
islam yang seringkali menimbulkan benturan-benturan. Sebagai contoh konkret
dapat disebutkan bahwa plato dan aristoteles telah memberikan pengaruh yang
besar pada mazhab-mazhab islam, khusunnya mazhab eklektisisme.
Pada masa ini didapati pusat-pusat ilmu pengetahuan seperti
ariokh,ephasus, dan iskandariah,di mana buku-buku yunani purba masih dibaca dan
diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, terutama siriani, bahkan setelah
pusat-pusat itu ditaklukan oleh umat islam. Pada masa ini juga didapati seorang
tokkoh Kristen bernama Nestorius, yang melakukan dekontruksi atas pemahaman
teologii kalangan Kristen konservatif ortodoks, setelah ia terpengaruh oleh
alam pikiran yunanai terebut.
2.
Perkembangan ilmu pada masa islam klasik
Sejak
awal islam kajian-kajian dalam bidang teologi sudah berkembang, meskipun masih berbentuk embrio.
Embrio inilah yang pada masa kemudian menemukan bentuknya yang lebih sistematis
dalam kajian-kajian teologis dalam islam.
Dapat kita
ketahui bahwasannya pada awal islam pengaruh Hellenisme dan juga filsafat
yunani terhadap tradisi keilmuan, islam
sudah sedemikian kental, sehingga pada saat selanjutnya pengruh itupun terus
mewarnai perkembangan ilmu pada masa-masa berikutnya.
3.
Perkembangan ilmu pada masa kejayaan islam
Secara sepintas tentang transformasi ilmu dari dunia islam ke
barat.Terjadinya transformasi kebudayaan dan khususnya ilmu dari dunia islam ke
barat di sebabkan paling tidak oleh dua alasan. pertama, kontak pribadi. Terjadinya kontak pribadi ini juga
disebabkan karena Byzantium
secara geografis berdekatan dengan dunia islam. Dari sinilah kemudian
gagasan-gagasan barat masuk ke dunia islam dan, sebaliknya gagasan-gagasan dari
dunia islam masuk ke barat. khususnya setelah perang salib. Alasan kedua, adanya kegiatan penerjemah. Tidak
dapat dipungkiri kebudayaan islamlah yang mendorong orang-orang latin melakukan
penerjemah. Setelah mengenal sebagai khazanah kebudayaan islam mereka lalu
memperkaya pengetahuan mereka tentangnya. Mereka pernah mencoba menerjemahkan
alqur’qn pada abad ke-10 masehi. Namun gerakan pennerjemahan yang sesungghnya
baru bermula pada abad ke-12. Toledo dan Palermo adalah dua pusat
penerjemahan tersebar saat itu yang banyak mengoleksi sumber-sumber arab berkat
perantaraan orang yahudi dan hubungan mereka dengan orang-orang Kristen dan
islam.
4.
Masa keruntuhan tradisi keilmuan dalam islam
Abad ke-18 dalam sejarah islam adalah abad yang palling menyedihkan bagi
umat islam dan memperoleh catatan buruk bagi peradaban islam secara universal.
Dalam bukunya, The Re contruction of Religious Thought in Islam iqbal
menyatakan bahwa salah satu penyebab utama kematian semangat ilmiah di kalangan
umat islam adalah di kalangan umat islam adalah diterimanya paham yunani
mengenai realitas yang pada pokoknya bersifat statis, sementara jiwa islam
adalah dinamis dan perkembang. Sebab lain yang menyebabkan kehancuran tradisi
keilmuan islam adalah persepsi yang keliru dalam memahami pemikiran al-ghazali.
Orang umunya mengecam Al-ghazali karena ia menolak filsafat seperti yang ia
tulis dalam tahafut al-fala sifahnya.
C.
KEMAJUAN ILMU ZAMAN RENAISANS DAN MODERN
1.Masa renaisans
Renaisans merupakan era sejarah yang penuuh dengan kemajuan dan perubahan
yang mengandung arti bagi perkembanngan ilmu. Zaman ini juga merupakan
penyempurnaan kesenian keahlian dan ilmu
yang mewujudkan dalam diri jenius serba bisa. Pada zaman renaisans ini manusia
barat mulai berpikir secara baru dan secara berangsur-angsur melepakan diri dari
otoritas kekuasaan gereja yang selama ini telah membelenggu kebebasan dalam
mengemukakan kebenaran filsafat dan ilmu.
2.Zaman modern
Pada masa sesudah Newton, perkembangan
ilmu selanjutnya adalah berupa ilmu
kimia, jika pada masa Newton,
ilmu yang berkembangan adalah matematika,fisika, dan astronomi.
Berdasarkan penemuan Black,Cavendish,priestley,dan lain-lainnya, loveiser
melaksanakan percobaan yang didasarkan pada “timbangan” bahan-bahan sebellum
dan sesudah nya percobaan. dengan demikian ia mulai mennggunakan pengukuran
dalam lapangan kimia denagn kata lain, ia meninggalkan percobaan yang hanya
bersikap kumulatif dan berpindah ke lapangan yang bersikap kuantitatif.
D.
KEMAJUAN ILMU KONTEMPORER
Sebagaimana ilmu di zaman modern mempunyai karakteristik khusus yang
membedakannya dengan ilmu ilmu zaman klasik dan zaman pertengahan, maka ilmu
kontemporer pun demikian.
Membuat
deskripsi tentang eksposisi tentanng perkembangan ilmu di zaman kontemporer
berarti menggambarkan aplikasi ilmu dan teknologi dalam berbagai sector
kehidupan manusia.
Satu hal yang menjadi karakter spesifik ilmu kontemporer, dan dalam
konteks ini cirri tersebut akan lebih dapat kita temukan secara relative lebih
mudah pada bidang-bidang social, yaitu bahwa ilmu kontemporer tidak segan-segan
melakukan dekontruksi dan peruntuhan terhadap teori-teori ilmu yang pernah ada
untuk kemudian menyodorkan pandangan-pandangan baru dalam rekontruksi ilmu yang
mereka bangun. Dalam hal inilah, penyebutan wacana “posttmodernisme” dalam
bidang ilmu dan filsafat menjadi dikursus yang akan cukup banyak ditemukan.
Beberapa contoh perkembangan ilmu kontemporer
- Santri, Priyayi, dan Abangan.
- Teknologi Rekayasa Genetika.
- Teknologi Informasi.
- Teori Partikel Elementer.
No comments:
Post a Comment